alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Proyek Penataan Jalan Wahid Hasyim, Bappeda Jombang: Ada Perencanaan

16 Februari 2020, 16: 35: 22 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jalan KH Wahid Hasyim yang akan ditata ulang Pemkab Jombang pada tahun ini.

Jalan KH Wahid Hasyim yang akan ditata ulang Pemkab Jombang pada tahun ini. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Penataan Jalan KH Wahid Hasyim yang sempat menuai kontroversial, sudah masuk APBD Kabupaten 2020. Budi Nugroho Kepala Badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) Jombang menyebut area penataan ruas jalan tersebut sudah masuk anggaran.

“Ya sudah masuk di APBD 2020 dan disesuaikan dengan tema tahun ini. Anggarannya Rp 20,5 miliar,” katanya didampingi Danang Praptoko Sekretaris Bappeda, saat dikonfirmasi siang kemarin (14/2).

Sebelum ditetapkan masuk APBD 2020, jelasnya, tetap melalui mekanisme penyusunan. “Jadi meskipun saya belum disini (Kepala Bappeda, Red), tetapi mekanisme sudah masuk dan berjalan. Seperti halnya musrenbang kali ini untuk 2021,” imbuh dia.

Dalam penataan itu disebut nomenklatur kegiatan yakni rehabilitasi pembangunan saluran drainase/trotoar Jalan Wahid Hasyim sepanjang 2,1 kilometer. “Temanya pedestrian, karena di Jombang pedestrian belum berkeadilan. Orang normal saja mungkin belum nyaman. Untuk kaum difabel pun harus diperhatikan, sehingga nanti dipakai salah satu sisi. Siapapun bisa lewat di pedestrian,” terangnya.

Lebih dari itu, dalam perjalanan pembangunan nanti juga menyangkut taman dan keperluan lain. “Jadi sebelah timur nanti lebih lebar dan ada taman. Jadi jalannya hilang,  lokasi taman disesuaikan dengan keindahan. Desain ada di OPD teknis kalau memang ngomong itu. Yang jelas intinya mempercantik wajah kota,” ungkap Budi.

Lantas bagaimana dengan perencanaan kegiatan itu? Diakui dalam perencanaan yang dilakukan menyangkut keseluruhan program pembangunan. Tidak hanya terkait drainase/trotoar saja. “Perencanaan Detail Engineering Design (DED) punya itungan sendri dengan nilai segitu outputnya seperti apa, karena disitu akan memakai box culvert. Saluran kaitannya dimensi dan trotoar modelnya seperti apa, memang untuk trotoar nanti berbeda tidak sama dengan sekarang,” urai dia.

Dengan tujuan utama agar area Jl Wahid Hasyim bisa menjadi lebih nyaman. “Jadi selain taman nanti ada tempat duduk di beberapa lokasi, kemudian ada halte, ada penerangan jalan juga ada spot selfie, pokoknya lebih nyaman dan indah,” terang pria yang pernah menjabat Kepala Disdikbud Jombang ini.

Kendati begitu, megaproyek nanti bakal mengarah ke kegiatan lain. “Memang nomenklaturnya seperti itu sesuai dengan tupoksi di OPD terkait yang menangani drainase trotoar. Perkara ada taman ya menyesuaikan desain trotoar, pokoknya bagaimana area itu jadi indah,” pungkas Budi.

Sebelumnya, proyek penataan Jalan KH Wahid Hasyim Jombang senilai Rp 21 miliar menuai kontroversial. Sebab,   megaproyek yang tertuang dalam APBD Kabupaten Jombang 2020 ini tidak melalui perencanaan matang. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia