alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarjombang
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Kualitas Proyek Jembatan Bongkot Buruk, Dewan Sebut Permainan Proyek

16 Februari 2020, 16: 24: 05 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi Jembatan Bongkot di Kecamatan Peterongan disinyalir ada perminan proyek.

Kondisi Jembatan Bongkot di Kecamatan Peterongan disinyalir ada perminan proyek. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Kritikan pedas dilontarkan Khoirul Anam Ketua Komisi C DPRD Jombang yang menanggapi retakan di jembatan Bongkot Peterongan. Dia menduga ada permainan proyek pada pembangunan jembatan yang menelan anggaran hingga Rp 5 miliar tersebut.

”Kalau jembatan dibangun dengan dana Rp 5 miliar lebih namun belum setahun sudah rusak tentu pembuatannya main-main dan jelas material dan kualitasnya jelek,” ujarnya kepada koran ini kemarin (14/2).

Menurut dia, umur bangunan jembatan dalam kondisi normal  bisa bertahan antara 15-20 tahun. Dengan catatan spek kualitas jembatan, dipilih material terbaik dan pengerjaan dilakukan melalui perencanaan matang. Jika melihat jembatan Bongkot yang baru diselesaikan beberapa bulan, kemudian ada retakan, tentu ada apa-apa.

”Belum genap setahun rusak berarti ada apa-apa,” tambah politisi PDIP Jombang ini. Secara pasti, pihaknya belum melihat langsung kerusakan yang terjadi di jembatan Bongkot tersebut. Karena itu dalam waktu dekat akan diagendakan sidak ke lokasi sekaligus memantau proyek fisik di wilayah Kecamatan Peterongan dan Kesamben.

”Memang banyak proyek 2019 yang amburadul, nanti akan kami pantau,” papar Khoirul. Dia bahkan meminta sekda untuk bertanggungjawab moral dengan mengevaluasi seluruh paket proyek yang dikerjakan 2019. Langkah evaluasi seluruh proyek tersebut dilakukan karena dia tidak ingin proyek yang didanai APBD kabupaten hasilnya asal-asalan.

”Jangan sampai proyek yang didanai APBD justru dibuat main-main. Kami nanti akan memanggil sekda untuk pertanggungjawaban,” jelas dia. Dengan tegas ia menyampaikan, pembangunan proyek strategis seperti jembatan dan fasilitas pelayanan publik tidak bisa dianggap main-main.

Karena itu Pemkab Jombang diminta tegas jika ada hasil pekerjaan yang tidak maksimal. ”Kalau misalnya ada spek yang diturunkan akan berpengaruh pada kualitas proyek,” tandasnya. Seperti halnya kerusakan di jembatan Bongkot, dirinya minta dinas terkait tegas meminta pertanggungjawaban. ”Dalam waktu dekat akan kita panggil untuk penjelasan teknis,” pungkasnya.

Sebut Sesuai RAB

DIHUBUNGI terpisah, Miftahul Ulum Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang mengatakan pembangunan jembatan Bongkot dilakukan sudah sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Sedangkan kerusakan yang ada di jembatan itu sudah minta kontraktor untuk segera memperbaiki.

”Insya Allah sudah sesuai RAB. Berdasar hasil pantauan pengawas di lapangan yang terjadi penurunan adalah urukan baru di bawahnya jalan rigid,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang di sela-sela aktivitasnya, siang kemarin (14/2).

Bila dilihat dari hasil pemeriksaan, lanjut Ulum, penurunan urukan tanah yang baru terjadi karena adanya air hujan dengan intensitas tinggi beberapa minggu terakhir. Sehingga menimbulkan penurunan hingga ke titik paling bawah. ”Dan sudah kita koordinasikan kepada rekanan, mereka siap memperbaiki,” tambahnya.

Sayang, Ulum belum bisa menjelaskan secara rinci bagaimana bentuk perbaikan yang dilakukan. Apakah rigid sisi selatan dibongkar total atau sekedar ditambal pada bagian yang retak. ”Untuk teknis perbaikannya nanti kita koordinasikan dengan teman-teman PPK, pengawas dan rekanan dulu,” tandas dia.

Untuk sementara ini yang jelas kondisi jembatan belum mendapat penanganan karena menunggu tidak ada lagi penurunan. ”Yang jelas tidak terjadi penurunan lagi, langsung dilakukan perbaikan,” tambahnya.

Sehari sebelumnya, sejumlah orang dari rekanan proyek jembatan terlihat berada di lokasi. Kedatangan mereka tidak untuk memperbaiki kerusakan. Seluruhnya sibuk mengebor bagian tengah jembatan, sekaligus mengambil sampel untuk diuji lab.  (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia