Minggu, 23 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Proyek Penataan Jalan KH Wahid Hasyim Tidak Ada Perencanaan

15 Februari 2020, 12: 02: 58 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Dokumen perencanaan perbaikan drainase Jalan Wahid Hasyim yang disusun konsultan.

Dokumen perencanaan perbaikan drainase Jalan Wahid Hasyim yang disusun konsultan. (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Proyek penataan Jalan KH Wahid Hasyim senilai Rp 21 miliar menuai kontroversial. Pasalnya,   megaproyek yang tertuang dalam APBD Kabupaten Jombang 2020 ini tidak melalui perencanaan yang matang.

“Sudah dikroscek, baik di APBD 2019 maupun 2020, tidak ada perencanaan terkait penataan Jalan KH Wahid Hasyim. Proyek sebesar itu harus didahului kajian dan perencanaan yang matang dengan anggaran tersendiri,” ujar Moh. Jali, pemerhati kebijakan publik dari LSM Pos Paham kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Dijelaskan, karena tanpa melalui perencanaan yang matang dan jelas, Jali menyarankan Pemkab Jombang meninjau ulang rencana penataan Jalan KH Wahid Hasyim itu. “Bisa dibayangkan sendiri, megaproyek Rp 21 miliar tanpa ada perencanaan yang matang. Dan, ini sangat rawan kalau diteruskan ke proses lelang,” ujarnya.

Terkait klaim  Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang sudah memiliki dokumen perencanaan, dan siap diajukan proses lelang, Jali meragukan. “Kalau sekadar dokumen perencanaan proyek, ya banyak yang bisa buat. Tetapi itu prosedur apa nggak?” ujarnya dengan nada tanya.

Jali menyebut di APBD 2019 di Dinas Perkim ada nomenklatur: Penyusunan DED Drainase Kawasan Jl KH Wahid Hasyim, nilainya Rp 100 juta. “Ingat ya, hitam di atas putih, itu perencanaan proyek drainase Jalan KH Wahid Hasyim, bukan penataan kawasan Jalan KH Wahid Hasyim secara menyeluruh. Kalau itu yang dipakai, berarti ada masalah,” tegasnya.  

Sementara itu Kepala Dinas Perkum Heru Widjajanto belum bisa dikonfirmasi, karena masih dinas di luar kota. Sedangkan Kabid Sarana Prasarana dan Utilitas Umum Dinas Perkim Joko Murcoyo melalui Kasi Drainase Sri Rahayu mengakui, awalnya fokus perbaikan hanya tertuju pada drainase dan trotoar. Ternyata saat presentasi DED (detail engineering design), banyak usulan agar proyek juga menyentuh penataan taman, pemindahan jalur sepeda, dan pengaspalan jalan.

“Perencanaan kami mulai sejak tahun lalu, sekira bulan Maret. Tapi selesainya molor, kira-kira baru Desember selesai. Karena banyak yang harus direvisi, setelah banyak usulan saat presentasi dilakukan konsultan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (13/2).

Hal itu yang menurutnya membuat nilai anggaran proyek menjadi membengkak tajam. Dari perkiraan awal hanya Rp 10 miliar, menjadi Rp 20,5 miliar. “Kami awalnya hanya ingin menata drainase dari Ringin Contong sampai Perempatan Tugu saja. Tapi akhirnya bertambah menjadi seluruh ruas Jalan KH Wahid Hasyim sepanjang 2,1 kilometer, karena banyak usulan saat presentasi,” lanjutnya.

Hal ini membuat nomenklatur kegiatan perencanaan berbeda dengan output produk perencanaan yang dihasilkan konsultan. Untuk diketahui, perencanaan proyek ini dalam APBD 2019 yang tertuang dalam SIRUP (sistem informasi rencana umum pengadaan), berbunyi Penyusunan DED Drainase Kawasan Jalan KH Wahid Hasyim.

Anggarannya senilai Rp 100 juta, dan dikerjakan CV Mahesa Consultan. Sementara dalam APBD 2020, proyek ini tak hanya menyentuh drainase. Namun juga trotoar, penataan taman, pemindahan jalur sepeda, dan pengaspalan jalan. Terkait hal ini, Sri Rahayu menyebut bukan masalah.

“Nama kegiatannya memang drainase, tapi include dengan trotoar dan kegiatan lainnya,” tambahnya. Sri mengaku pihaknya sedang fokus untuk memasukkan paket lelang proyek ini ke ULP (unit layanan pengadaan). “Insya Allah minggu-minggu ini akan kami daftarkan paket lelangnya,” pungkasnya.

DPRD Belum Diajak Bicara

RENCANA Pemkab Jombang melakukan penataan sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim secara detail belum diketahui DPRD Jombang. Bahkan, hingga saat ini masih belum ada koordinasi antara Pemkab Jombang dengan DPRD atas megaproyek Rp 21 miliar itu.

”Belum, belum ada koordinasi soal rencana proyek penataan Jalan KH Wahid Hasyim. Penataannya nanti seperti apa, belum tahu,” ujar Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi  saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Untuk itu, Mas’ud Zuremi  belum bisa memberikan keterangan banyak terkait megaproyek  Rp 21 miliar itu.  ”Kami juga akan klarifikasi ini ke Pemkab Jombang, seperti apa proyek tersebut. Apabila memang sudah ada kejelasan kami tentu akan melakukan pemantauan,” tegasnya.

Ia hanya mengingatkan, karena ini proyek besar, pihak eksekutif harus hati-hati. ”Harus hati-hati. Waktunya harus diperhitungkan, termasuk kualitas pekerjaannya,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah Miftahul Huda, anggota Komisi C DPRD Jombang juga mengaku pihak eksekutif belum koordinasi dengan DPRD. ”Untuk proyek ini belum dibahas dengan dewan sama sekali,” ujar Miftahul Huda anggota Komisi C DPRD Jombang saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang.  

Dia memastikan,  proyek di  Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang itu belum dilakukan komisioning. ”Jadi kami juga tidak mengetahui perencanaan seperti apa. Terus sampai saat ini sudah sejauh apa, kami belum mengetahui,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya juga berencana untuk mengklarifikasi eksekutif terkait proyek tersebut. ”Proyek yang   menelan anggaran cukup besar itu harusnya terbuka,” katanya.

Selain itu, pihaknya sama sekali belum mengetahui bagaimana wajah Jl KH Wahid Hasyim setelah ditata. “Sama sekali belum ada paparan,” tegasnya.

Sementara dikonfirmasi, Kepala Dinas Perkim Jombang Heru Widjajanto melaui Sri Rahayu, Kasi Drainase mengatakan, untuk proses perencanaan proyek tersebut sudah ada komisioning dengan dewan. ”Untuk tahun 2019 kemarin kan kami fokus perencanaan, untuk komisioning tentu sudah,” ujarnya.

Hanya saja memang, untuk paparan secara teknis, pihaknya mengakui belum melakukan koordinasi dengan DPRD. Paparan yang sudah dilakukan hanya dengan dinas-dinas terkait. ”Memang untuk teknis masih belum kami sampaikan ke dewan, rencananya dalam waktu dekat ini,” pungkasnya. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia