Minggu, 23 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Keponakan Penderita ODGJ Kubur Mayat Paman Di Belakang Rumah

15 Februari 2020, 11: 53: 14 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proses evakuasi mayat Wakib, 80, yang dikubur keponakannya sendiri di halaman belakang rumah.

Proses evakuasi mayat Wakib, 80, yang dikubur keponakannya sendiri di halaman belakang rumah. (Istimewa/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Ketenangan warga Dusun/Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang mendadak ramai. Ini setelah, Wakib, 80, warga sekitar terkubur di halaman belakang rumah. Belakangan diketahui, Wakib dikubur keponakannya sendiri yang mengalami ganguan jiwa.

Data yang dihimpun, mayat Wakib ditemukan pertama kali Kepala Dusun Gajah, Sutikno dan warga setempat, Kamis (13/2) pukul 08.00. Saat ditemukan, mayat dalam kondisi terkubur di kebun belakang rumah. Hanya bagian kaki sebelah kanan yang nampak terlihat.

Ia menyampaikan, Wakib terakhir kali terlihat warga Sabtu siang (8/2). Kakek yang sehari-hari bekerja mencari rongsokan ini tak terlihat di rumahnya Selasa (11/2). ”Selasa malam sekitar pukul 20.0  kita datang dengan pak Sugioto untuk menyerahkan uang PKH. Untuk penyerahan uang PKH saya tidak berani sendiri dan harus mengajak saksi. Saat itulah pak Wakib sudah tidak ada di rumah,” ujarnya.

Menurut Sutikno, kakek itu kerab merasakan sakit di bagian kaki. Karena faktor usia yang sudah tua, kondisi fisiknya juga melemah dan sering sakit-sakitan. Karena kondisi itulah warga sekitar curiga Wakib yang menghilang tiba-tiba. Hingga akhirnya Wakib ditemukan terkubur di kebun belakang rumah.

”Tadi pagi (kemarin, Red) baru kita cari bersama toko masyarakat di belakang rumah. Disitu kita melihat ada kaki yang terkubur di dalam tanah,” terangnya. Selama ini, katanya, Wakib tinggal di rumah bersama keponakannya  Suyono, 35, yang mengalami gangguan jiwa. Kepada Sutikno, Suyono mengaku menguburkan Wakib yang diketahui meninggal Minggu malam (9/2).

Sang keponakan ODGJ itu mengaku telah menyeret tubuh korban dari sofa ruang tamu ke kebun belakang rumah. Keponakan Wakib sendiri yang menguburkan mayat Wakib dengan menggunakan cetok. ”Ya kita tanya Suyono. Dia bilang, bapak mati terus saya seret ke belakang, saya kubur dengan cetok,” terang Sutikno seakan menirukan omongan Suyono.

Kapolsek Ngoro AKP Lely Bachtiar dikonfirmasi membenarkan adanya kakek yang ditemukan terkubur di belakang rumah. Korban dikubur keponakannya sendiri yang mengalami gangguan jiwa. "Korban terkubur di belakang rumah dalam posisi masih kelihatan, karena dikubur keponakannya ODGJ,” katanya.

Dari hasil identifikasi di lokasi, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Untuk memastikan penyebab kematiannya, polisi membawa mayat Wakib ke RSUD Jombang untuk diautopsi. ”Namun untuk kepastian matinya korban, mayat kita bawa ke RSUD Jombang,” pungkas Lely. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia