Minggu, 23 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan
Seleksi CPNS Kabupaten Jombang

65 Persen Peserta SKD Capai Passing Grade, Tertinggi Skor 426

14 Februari 2020, 20: 58: 06 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

SKD yang dikuti pelamar CPNS Kabupaten Jombang di GMSC Kota Mojokerto beberapa hari lalu.

SKD yang dikuti pelamar CPNS Kabupaten Jombang di GMSC Kota Mojokerto beberapa hari lalu. (TIM REDAKSI JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) dalam pengisian CPNS formasi Pemkab Jombang berakhir Kamis (13/2) kemarin. Diketahui ada sekitar 60-65 persen peserta yang melampaui passing grade.

Kepala BKDPP Kabupaten Jombang Senen mengatakan, pelaksanaan SKD selama enam hari relatif berjalan lancar. “Tidak ada kendala teknis seperti server error atau listrik padam, selama pelaksanaan lancar,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ia menyampaikan, 60-65 persen peserta yang mencapai passing grade adalah hasil hitungan sementara. “Hitungan itu sifatnya perkiraan saja, jumlah pastinya kami masih menunggu data dari BKN,” tambah Senen. SKD sendiri berlangsung dalam lima sesi per hari dengan durasi 90 menit per sesi.

“Jumlah peserta yang mengikuti SKD sebanyak 8.316 orang,” lanjutnya. Dari total peserta SKD terdapat 431 orang peserta yang tidak hadir. Senen menyebut peserta yang absen dalam SKD, didominasi pelamar dari luar wilayah Jombang. "Meskipun mencapai 65 persen dari total peserta, tidak semuanya bisa mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB),” tambahnya.

Dalam Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 23 Tahun 2019 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2019, diatur jumlah peserta yang dapat mengikuti SKB paling banyak 3 kali jumlah kebutuhan/formasi setiap jabatan berdasarkan peringkat nilai SKD.

“Misalnya jabatan guru, lowongannya ada tiga, berarti yang bisa ikut SKB hanya sembilan peserta terbaik. Lebih jelasnya nanti akan diperingkat skor passing grade-nya,” imbuh Senen. Pihaknya mengatakan, jumlah peserta yang mencapai passing grade cukup banyak menyusul diturunkannya passing grade oleh Kementerian PAN-RB.

Data yang dihimpun panitia seleksi, ada peserta SKD yang mampu mencapai passing grade tertinggi dengan skor 426. Sementara yang terendah adalah skor 84. Passing grade tertinggi itu, kata Senen diraih peserta dari pelamar formasi guru. “Cukup banyak pelamar guru yang mencapai passing grade. Ini akan membuat persaingan menuju SKB semakin ketat,” lanjutnya.

Untuk diketahui, SKD untuk pelamar CPNS jalur umum dibagi dalam tiga kategori, yakni Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan kebangsaan (TWK). Pada pengisian CPNS 2018 lalu, ambang batas nilai kelulusan untuk TKP sebesar 143, TIU 80, dan TWK 75. Sementara di penerimaan tahun ini, ambang batas nilai kelulusan untuk TKP menjadi 126, TIU 80, dan TWK 65.

Turunnya passing grade dalam pengisian CPNS tahun ini, tertuang dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 24 Tahun 2019 mengenai Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2019. Kata Senen aturan itu dibuat menyusul adanya formasi yang tidak terisi pada penerimaan tahun sebelumnya.

“Ini berlaku nasional. Banyak formasi yang tidak terisi karena pelamar tidak mampu mencapai passing grade. Dengan turunnya passing grade, kemungkinan besar setiap lowongan akan terisi,” pungkasnya. (*)

(jo/mar/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia