Minggu, 23 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Proyek Penataan Jalan KH Wahid Hasyim Rp 21 Miliar Dilelang Bulan Ini

14 Februari 2020, 19: 31: 30 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Jalan KH Wahid Hasyim yang akan ditata ulang Pemkab pada tahun ini.

Jalan KH Wahid Hasyim yang akan ditata ulang Pemkab pada tahun ini. (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Rencana Pemkab Jombang melakukan penataan jalan KH Wahid Hasyim kian konkret. Dalam waktu dekat, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang akan mengajukan dokumen lelang ke unit layanan pengadaan (ULP) barang/jasa.

”Minggu ini atau minggu depan sudah masukkan ke ULP untuk pengajuan lelangnya. Tinggal menunggu bupati pulang dari umrah,” ujar Kepala Dinas Perkim Jombang Heru Widjajanto saat dikonfirmasi kemarin.

Diakuinya, untuk dokumen persiapan pembangunan sudah siap. Langkah selanjutnya segera mengajukan proses lelang.

”Dokumen lingkungan juga sudah selesai. Andalalin (analisis dampak lalu lintas) juga sudah selesai,” ungkapnya.

Proyek penataan kawasan perkotaan tersebut, diperkirakan akan menelan anggaran Rp 21 miliar. Adapun masa pengerjaan kurang lebih memakan waktu tujuh bulan. ”Sehingga untuk bulan ini, harus sudah masuk dalam proses lelang, sebab kita dikejar waktu juga,” bebernya.

Dengan estimasi  proses lelang memakan waktu kurang lebih satu bulan. Sehingga, apabila pertengahan bulan ini dokumennya sudah masuk proses lelang, maka pertengahan Maret sudah ditentukan pemenanganya. ”Paling tidak nantinya proses pengerjaannya dimulai pada pertengahan April,” bebernya.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada para  pedagang kaki lima, khususnya yang berada di depan RSUD Jombang maupun masyarakat yang terdampak. ”Untuk sosialisasi, kami juga sudah lakukan. Nanti kami juga akan melakukan sosialisasi kembali,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tahun ini, pemkab akan melakukan penataan jalan jalan KH Wahid Hasyim. Sesuai rencana, penataan meliputi pembangunan pedestrian, saluran air, taman kota, dan jalur sepeda.

Dalam penataan nanti, taman-taman yang selama ini berada di antara jalur utama dan jalur sepeda akan dihilangkan. Begitu juga dengan saluran drainase yang berada di bawah taman, bakal diuruk.

Drainase akan dipindah ke sisi timur atau yang saat ini menjadi jalur sepeda. Di atas drainase berjenis U-ditch, akan dibangun trotoar yang juga difungsikan sebagai pedestrian atau zona pejalan kaki. Sehingga nantinya U-ditch akan tertutup dengan trotoar dan pedestrian. Sedangkan jalur sepeda akan berpindah di sisi barat pedestrian.

Selama ini, Jalan KH Wahid Hasyim hanya memiliki trotoar dan pedestrian di sisi barat. Dengan penataan ini, baik di sisi barat maupun timur akan memiliki totoar dan pedestrian. ”Taman tetap ada, namun dengan bentuk yang berbeda dan jadi satu dengan pedestrian,” imbuhnya.

Selain pot di pedestrian, pemkab juga akan memasang bola beton dan bollard atau penghalang kendaraan, lampu penerangan, serta tempat duduk. Sehingga hanya jalur sepeda, taman, trotoar, dan pedestrian yang akan ditata tahun depan. ”Untuk jalan rayanya, tetap tidak ada perubahan,” singkatnya. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia