Kamis, 27 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Hukum

Ajak Dua Siswi MTs Wik-Wik, Adik Kakak Asal Wonosalam Dibui

14 Februari 2020, 19: 08: 51 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Wahyu Setiawan Cahyanto, 21 dan adiknya Andre Bagus Susanto, 18, warga Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, saat di Mapolres Jombang.

Wahyu Setiawan Cahyanto, 21 dan adiknya Andre Bagus Susanto, 18, warga Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, saat di Mapolres Jombang. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Wahyu Setiawan Cahyanto, 21 dan adiknya Andre Bagus Susanto, 18, warga Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang kini menghuni jeruji besi. Ini setelah keduanya nekat meniduri dua siswi MTs, yakni NIL, 15 dan SW, 15 di rumah kos.

Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan menyebut, kejadian ini berlangsung awal Februari lalu. Awalnya, Andre dan NIL berkenalan lewat jejaring sosial Facebook hingga keduanya menjalin hubungan intens. “Keduanya sepakat bertemu di Alun Alun Jombang (6/2) lalu, saat itu korban membawa satu teman, sementara pelaku sendirian,” terangnya kemarin (12/2).

Setelah pertemuan itu, Andre mengajak NIL yang masih berseragam sekolah untuk bermain ke kosnya di kawasan Tambakrejo Jombang. Bahkan, SW pun akhirnya ikut ke kos Andre. “Melihat itu kemudian timbul niat tersangka dan mengajak kakaknya untuk bergabung di kos,” tambahnya.

Dengan bujuk rayu dan janji manis kepada NIL dan SW, Andre dan Wahyu berhasil meniduri dua gadis belia itu. Setelah kejadian itu, ke empatnya berpisah. Dua siswi itu kembali ke rumahnya di Ngoro.

“Kejadian itu akhirnya diketahui orang tua korban. Saat itu juga orang tua mereka melapor dan dua pemuda langsung kita bekuk,” tambah Bobi. Polisi, menyita dua seragam korban dan baju tersangka sebagai barangbukti.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka kini terancam hukuman penjara. Sesuai Pasal 81 ayat 2 subsider Pasal 80 ayat 3 Undang Undang No 35 Tahun 2014 perubahan atas Undang Undang No 23 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia