Kamis, 27 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Hukum

Rekonstruksi Pembunuhan Guru SMPN 1 Perak Diwarnai Tangis Keluarga

14 Februari 2020, 18: 56: 39 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Rekonstruksi kasus pembunuhan Elly Marida, guru SMPN 1 Perak di rumahnya Dusun Temon, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang,

Rekonstruksi kasus pembunuhan Elly Marida, guru SMPN 1 Perak di rumahnya Dusun Temon, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Rekonstruksi kasus pembunuhan Elly Marida, guru SMPN 1 Perak di rumahnya Dusun Temon, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Rabu pagi kemarin (12/2), diwarnai tangis histeris keluarga. Mereka tak tega melihat adegan proses pembunuhan yang dilakukan kedua tersangka.

Pantauan di lokasi, puluhan tetangga korban sudah berkerumun di sekitar rumah Elly Marida sejak pagi. Mereka terlihat antusias melihat proses pembunuhan yang menimpa guru Matematika SMPN 1 Perak ini. Sekitar pukul 09.30, dua tersangka Wahyu Puji Winarno, 30 dan Sari Wahyu Ningsih, 21 tiba dengan menggunakan mobil Jatanras Polres Jombang.

Begitu turun dari mobil, warga yang menunggu langsung sorak sorai. Beberapa anggota keluarga Elly sempat berteriak histeris dan berusaha menyerang kedua pelaku. Beruntung upaya ini berhasil diredam petugas yang berjaga di lokasi.

Setelah itu, sejumlah adegan diperagakan kedua tersangka. Sementara anak tersangka yang diajak serta saat pembunuhan, diganti sebuah boneka. Mulai dari kedatangan pertama kedua pelaku, kedatangan kedua hingga proses eksekusi yang dilakukan di belakang rumah korban, dengan menggunakan pisau dan paving blok.

Adegan dilanjutkan dengan pelaku Wahyu yang merebut perhiasan setelah korban tewas dan melarikan diri. “Jadi keseluruhan sekitar 34 adegan, tapi tidak semua dilakukan di TKP. Yang disini hanya 13-15 adegan, utamanya mulai dari pintu masuk sampai eksekusi di dalam dan pengambilan barang-barang yang dibawa pelaku,” terang Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra.

Rekonstruksi ini dilakukan atas permintaan jaksa yang ingin melihat proses pembunuhan dengan jelas. “Karena itu, ada beberapa lokasi yang dipilih, jadi yang utama di rumah korban, kemudian di tempat kos pelaku dan sisanya nanti di Polres,” tambahnya.

Rekonstruksi berakhir sekitar pukul 10.40. Kedua tersangka langsung dibawa kembali menuju mobil. Saat itu pula, beberapa anggota keluarga korban kembali berupaya menyerang pelaku dengan menggedor kaca mobil.

“Ya, memang sempat ada yang histeris, ada pula yang berupaya menyerang, namun berhasil dihalau, hal ini wajar karena mungkin keluarga masih berempati terhadap kematian korban,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumya, Elly Marida, 47, Guru SMPN 1 Perak ditemukan tewas bersimbah darah di areal belakang rumahnya di Dusun Temon, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Sabtu (21/12) 2019 lalu. Saat olah kejadian perkara, ditemukan sejumlah barangbukti mulai paving blok dengan bercak darah, pisau dapur yang bengkok hingga gelang korban yang patah.

Hingga tiga minggu kemudian, pasangan suami istri muda asal Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak bernama Wahyu Puji Winarno, 30 dan istrinya Sari Wahyu Ningsih, 21 berhasil ditangkap. Keduanya diamankan di rumahnya sendiri (15/1). Dari penangkapan inilah terungkap penyebab Elly tewas diawali saat pelaku berniat mencari rumah kos.

Kebetulan, Elly memang punya usaha kos-kosan di samping rumahnya. Kedua pelaku, awalnya mendatangi rumah korban Sabtu (21/12) pagi. Namun melihat isi rumah korban yang berharga, muncul niat jahat untuk menguasai hartanya.

Atas pembunuhan berencana ini keduanya harus rela hidup di penjara. Keduanya dijerat pasal berlapis, yakni pasal 339 KHUP Sub 338 KUHP dan 365 (3) KHUP yang ancaman hukumannya penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia