Kamis, 27 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Retak, Jembatan Bongkot Peterongan Mulai Ambles

14 Februari 2020, 09: 17: 47 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi jembatan Bongkot di Desa Bongkot Kecamatan Peterongan mengalamai keretakan.

Kondisi jembatan Bongkot di Desa Bongkot Kecamatan Peterongan mengalamai keretakan. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Jembatan Bongkot yang terletak di Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang terpantau ambles, kemarin (11/2). Terlihat ada dua keretakan yang menjalar hampir tiga meter di badan jembatan sisi selatan. 

Informasi yang dihimpun, Secara umum, kondisi fisik jembatan yang menghubungkan Kecamatan Peterongan dengan Kesamben ini tampak normal. Jembatan baru selesai akhir November 2019. Namun jika dilihat dari dekat, ada dua keretakan yang menjalar hampir tiga meter di badan jembatan sisi selatan. Sehingga membuat badan jalan agak ambles.

”Kata orang-orang sejak dua mingguan,” ujar Mutia, salah satu warga kepada koran ini kemarin. Namun hingga kini belum ada penanganan. Beberapa hari lalu, lanjut dia, ada beberapa pihak dari kepolisian yang memantau kerusakan jembatan itu dan mendokumentasikan. ”Kemarin sudah dilihat bapak-bapak polisi,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, M Rakhmat Sunendar Kabid Bina Marga Dinas PUPR Jombang membenarkan jembatan Bongkot yang mengalami kerusakan. ”Jadi ada penurunan timbunan,” ujar dia. Pihaknya juga sudah meninjau ke lokasi. Perbaikan jembatan masih menjadi tanggungjawab pihak penyedia yakni PT Asri Jaya Putra Perkasa karena baru selesai dikerjakan.

”Kita catat titik kerusakannya lalu kita koordinasikan dengan teman-teman penyedia untuk dilakukan perbaikan,” tambahnya. Jembatan tersebut diresmikan Bupati Mundjidah Wahab beberapa waktu lalu, meski pengerjaan sudah kelar sejak tiga bulan sebelumnya. Nendar menilai, kerusakan masih dalam kategori wajar akibat musim hujan yang menggerus lapisan semen.

”Beberapa bulan terakhir intensitas hujan cukup tinggi, dan arus air di sungai sangat besar,” beber dia. Dinas PUPR sudah menghubungi pihak penyedia terkait rencana perbaikan yang akan dilakukan. ”Kalau diperlukan kami meminta dilapisi aspal,” tandas dia. Disinggung soal anggaran pembangunan jembatan, ia menyebut bersumber dari APBD Kabupaten 2019 sebesar Rp 5 miliar. ”Kita akan pantau secara berkala untuk perbaikannya,” pungkas Nendar. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia