Kamis, 27 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Jelang Musim Wisuda, Jasa Merakit Buket Bunga Segar Kebanjiran Order

14 Februari 2020, 08: 38: 30 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Siti Nur Alfia, 33 dibantu pekerjanya membuat buket bunga untuk acara wisuda kemarin.

Siti Nur Alfia, 33 dibantu pekerjanya membuat buket bunga untuk acara wisuda kemarin. (ANGGI FRIDIANTO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG - Semerbak harum mawar tercium dari rumah sederhana yang berada di dekat SMPN 1 Bareng. Beberapa perempuan tampak sibuk menata dan memilah bunga di dalam ember berisi air dingin tersebut. Adalah Siti Nur Alfia, 33 yang melayani jasa buket bunga segar untuk kado wisuda, lamaran, pernikahan hingga momen hari spesial lainnya.

Berawal dari hobi inilah, Siti yang merupakan warga Dusun Mojounggul, Desa/Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang bisa mendulang rupiah. Jasa pembuatan buket bunga segar yang semula hanya melayani konsumen di sekitar Bareng, kini rambah Jombang.

Beberapa jenis bunga yang tersedia cukup beragam mulai mawar merah, krisan, pikok dan jenis daun-daun. Alfi, sapaan akrabnya mengaku sudah setahun menekuni usaha buket bunga segar. Hasilnya lumayan untuk menambah pemasukan. ”Awalnya coba-coba saja buatin pernikahan teman, namun lama-lama banyak yang pesan,” ujarnya kemarin (11/2).

Bunga-bunga itu dia datangkan dari petani bunga di Batu. Sebagian lainnya, ia tanam sendiri di pekarangan rumahnya. ”Beberapa jenis seperti red rose (mawar merah) saya datangkan dari Batu,” tambahnya. Rakitan buket bunga segar itu biasanya dipesan untuk acara pernikahan, lamaran, wisuda maupun momen hari spesial. ”Yang pesan tidak hanya orang dewasa, remaja-remaja yang ingin memberi bunga untuk pacar juga banyak, misalnya jelang valentine seperti ini,” papar dia.

Per buket bunga harganya berbeda mulai Rp 25 hingga Rp 100 ribu tergantung banyak dan jenis bunga yang dirangkai. Misalnya untuk satu tangkai mawar merah dihargai Rp 15 ribu. ”Seperti single rose harga mulai Rp 15 ribu, Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu,” tandasnya.

Menurut dia, tak ada kesulitan dalam merangkai bunga. Yang dibutuhkan hanya ketelatenan selama merangkai. Sebab, jika tidak telaten bunga akan mudah rontok. ”Ini kan bunga segar harus hati-hati agar tidak rontok,” jelas dia. Selama ini, untuk memasarkan usahanya, Alfi hanya memanfaatkan media sosial dan getok tular alias dari mulut ke mulut.

”Ya menggunakan instagram dan facebook, apalagi banyak teman kuliah di Jombang yang sering membantu pemasaran, untuk menawarkan buket bunga ini,” tandasnya. Dalam sebulan, ia biasanya memperoleh 20 pelanggan. Mereka pesan minimal H-7 sebelum acara. ”Jadi kalau pesen mendadak sulit, apalagi kalau valentine seperti ini agak ramai,” pungkas dia. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia