Kamis, 27 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Events
Tryout Kejujuran UN 2020

Tryout Berbasis Koran Jadi Ajang Tolok Ukur Kemampuan Siswa

11 Februari 2020, 19: 47: 49 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Siswa-siswi SMKN Kudu terlihat antusias mengerjakan soal tryout berbasis koran.

Siswa-siswi SMKN Kudu terlihat antusias mengerjakan soal tryout berbasis koran. (Mardiansyah Triraharjo/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Ajang tryout berbasis koran yang digelar Jawa Pos Radar Jombang bersama Sony Sugema Collage (SSC) Jombang jenjang SMK, diikuti 9.228 siswa se-Jombang (10/2) kemarin. Mereka terlihat antusias dan teliti mengerjakan setiap butir soal.

Di SMKN 1 Jombang misalnya, total ada 583 siswa yang ikut mulai dari jurusan multimedia, akuntansi dan keuangan lembaga, perbankan dan keuangan mikro, bisnis daring dan pemasaran, otomatisasi dan tata kelola perkantoran perhotelan. ”Alhamdulillah seluruh siswa hadir,” ujar Suprayitno Waka Kurikulum, kemarin.

Menurutnya, tryout merupakan ajang tolok ukur kemampuan siswa setelah menyerap pendalaman mapel yang diujikan dalam unas. Dia menilai, tryout sangat penting untuk siswa. ”Karena kita dapat mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menyerap mata pelajaran yang diberikan,” tambahnya.   

Siswa-siswi SMKN 1 Jombang terlihat antusias mengerjakan soal tryout berbasis koran, kemarin.

Siswa-siswi SMKN 1 Jombang terlihat antusias mengerjakan soal tryout berbasis koran, kemarin. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Hal senada disampaikan Wahyudi Waka Kesiswaan SMK Dwija Bhakti 1 Jombang yang menyebut tryout sebagai kesempatan bagi siswa untuk mengetahui kemampuan diri. Total siswa yang mengikuti tryout kali ini 379 siswa. Disampaikan, ada empat jurusan di SMK DB 1, yakni desain informasi bangunan, instalasi tenaga listrik, teknik komputer jaringan, dan pemesinan.

”Begitu soal kami berikan, mereka terlihat teliti mengerjakan. Selain font di koran cenderung kecil, otomatis mereka harus cermat untuk bisa menjawab semua soal,” tegasnya. Para guru juga sangat mengapresiasi pelaksanaan tryout sehari kemarin. “Tryout ini sangat baik. Anak-anak antusias mengerjakan,” sahut Maulana, guru SMKN Mojoagung.

Menurutnya tryout sangat bermanfaat. Terutama untuk mematangkan persiapan siswa menghadapi ujian nasional. “Semakin banyak tryout semakin bagus. Anak-anak semakin siap menghadapi ujian nasional,” bebernya.

Apresiasi serupa juga disampaikan Emi, guru SMK Khoiriyah Sumobito. Dia menyarankan kode soal matematika akuntansi lebih baik diganti dengan bisnis. “Karena akuntansi merupakan kompetensi keahlian. Kalau bisnis bisa mencakup akuntansi, pemasaran adm perkantoran,” urainya.

Sementara, di SMKN Wonosalam tryout dimulai pukul 08.00. Sebelum pengerjaan, siswa bisa membaca informasi yang tersedia di koran. “Saya senang sekali tryout Jawa Pos Radar Jombang, setiap tahun pasti ikut, karena informasi yang ada tidak hanya lokal Jombang, tapi luar negeri, setelah selesai mengerjakan, anak-anak bisa memanfaatkan informasi lain di koran,” ungkap Sulikan, Kepala SMKN Wonosalam.

Di utara Brantas, tryout yang berlangsung di SMKN Kudu dan SMKN Kabuh disambut antusias siswa. Kepala SMKN Kabuh, Panca Sutrisno mengatakan, di sekolahnya terdapat 212 siswa yang menjadi peserta dari tiga program keahlian. Diantaranya Kimia Industri, Farmasi Industri, dan Analisis Pengujian Laboratorium.

“Kami sudah beberapa kali mengikuti tryout unas yang digelar Jawa Pos Radar Jombang. Meski bukan penentu hasil unas, namun dari tryout ini anak-anak bisa mengukur kemampuan sebelum menghadapi unas  sesungguhnya,” katanya, kemarin (10/2).

Soal tryout yang berbentuk koran, kata Panca bukan masalah. “Karena yang dibutuhkan latihan soalnya. Apalagi kalau tingkat kesulitan soalnya cukup tinggi, bisa untuk latihan siswa. Hanya Radar Jombang yang bisa melaksanakan tryout serentak dengan media koran,” tambahnya.

Senada Kepala SMKN Kudu, Khasanuddin menyebut setelah  tryout selesai, siswa menghabiskan waktu untuk membahas soal di koran. “Besok ganti ujian akhir semester. Pelaksanaan tryout dan UAS memang berlangsung dalam minggu yang sama, biar efektif,” tambahnya.

Dia menilai soal-soal tryout di koran memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi. “Sangat bagus untuk melatih kemampuan siswa,” tambahnya lagi.  

Terpisah, SMK Sultan Agung 2 Tebuireng tetap menekankan siswa tak meremehkan ujian. Sedikitnya, ada 108 siswa dari jurusan jasa boga, otomatisasi dan tata kelola perkantoran, akuntansi dan keuangan lembaga yang mengikuti tryout serentak ini.  "Alhamdulillah kegiatan tryout dari awal sampai selesai berjalan lancar. Seluruh siswa mengerjakan soal dengan tertib," terang Yuli Indrawati, Waka Kurikulum SMK Sultan Agung 2.

Menurutnya, sekolah selalu menekankan kepada siswa agar mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi ujian nasional. "Memang bukan lagi menjadi acuan kelulusan. Tapi tetap saja penting, sehingga siswa tidak boleh meremehkan ujian nasional," bebernya.

Salah satunya lanjut Yuli untuk pemetaan sekolah. ”Jadi nilai ujian nasional nanti akan menjadi acuan pemetaan sekolah,” bebernya. Selain itu juga untuk menunjang masa depan lulusan. ”Misal nilainya bagus, akan memudahkan lulusan diterima di perguruan tinggi. Termasuk sekarang banyak perusahaan yang juga melihat nilai ujian sebagai acuan seleksi karyawan,” imbuhnya.

Karena itu dia mengapresiasi inisiasi program tryout Jawa Pos Radar Jombang. ”Kami sangat mendukung tryout semacam ini. Harapannya semakin membantu anak-anak menghadapi ujian,” pungkas dia.

Soal Lebih Menantang dan Variatif

SEMENTARA itu, Widodo Kepala SMK Budi Utomo Perak menilai, siswa menjumpai banyak soal berbeda. Sebab menjelang ujian, diperlukan latihan lebih banyak. Untuk itu ke depan diharapkan jenis soal yang diberikan lebih variatif.

“Terimakasih Jawa Pos Radar Jombang melaksanakan tryout ini, meski kelas 12 banyak kegiatan tetap meluangkan waktu latihan. Meningkatkan berfikir anak-anak menghadapi ujian nanti,” katanya kemarin (10/2).

Sebelum menghadapi unas, pihak sekolah mengagendakan lima kali tryout. Satu diantaranya dengan Jawa Pos Radar Jombang. “Dengan banyak latihan, anak-anak akan menemui variasi soal, semakin banyak soal yang dihadapi, harapannya unas lebih baik lagi,” imbuh dia.

Target pihak sekolah dalam unas tahun ini tidak muluk-muluk. Meningkat dibanding tahun sebelumnya. Peserta di SMK Budi Utomo Perak paling banyak 770 siswa dari tujuh jurusan. “Masing-masing program keahlian teknik sepeda motor, teknik kendaraan ringan, tata busana, akuntansi, multimedia, teknik komputer jaringan dan audio visual,” ujarnya.

Terpisah, pelaksanaan tryout di SMK Plus Umar Zahid Bandarkedungmulyo berlangsung cukup lancar. Menurut M Asruri Ma’sum, Kepala SMK Plus Umar Zahir, hingga tryout berlangsung belum ada keluhan yang diterima. Baik soal atau pun lembar jawaban rusak, kurang atau tercetak tidak jelas. “Alhamdulillah pengiriman juga tepat waktu. Secara keseluruhan tidak ada kendala,” kata bapak 55 tahun ini.

Kendati begitu dia berharap, ke depan ada variasi soal yang lebih maksimal. Selanjutnya akan kita evaluasi apakah soal sudah sesuai kompetensi SMK atau tidak karena berkaitan dengan pembelajaran berikutnya. Sehingga ke depan soal lebih varitatif dan update karena kurikulum setiap tahun berubah.

“Intinya soal baru, setelah semua selesai akan kita evaluasi dan sampaikan,” sambung dia seraya menyebut tryout di sekolahnya diikuti 128 siswa dari dua jurusan, TKJ dan akuntansi.

Di SMKN Gudo, pelaksanaan tryout juga berjalan lancar. Dengan tryout siswa termotivasi giat belajar dengan menjajaki semua jenis soal. ”Seperti tahun kemarin sudah sesuai dengan prosedur yang mantap,” ujar Siswo Rusianto, Kepala SMKN Gudo. Sebagai persiapan UNBK, para siswa akan digeber tiga kali tryout sehingga lebih siap menghadapi ujian.

”Paling tidak anak-anak disegarkan dengan soal-soal yang ada di koran,” tambahnya. Dirinya juga berpesan, agar hasil tryout dilombakan seperti sebelumnya karena sangat memotivasi siswa. “Saya harap tahun ini ada lagi siswa kami yang juara,” harap dia.

Riza Firmansyah, salah satu siswa jurusan perbankan mengaku  soal yang dikerjakan cukup sulit, terlebih matematika. “Ada beberapa soal yang tidak bisa dikerjakan,” keluhnya. Untuk itu, dia akan terus memelajari soal yang tidak dikuasai di kelas bersama guru mapel. Sehingga pada saat UNBK nanti dirinya lebih siap. ”Tryout ini sangat membantu, bisa mengetahui mana pelajaran yang belum saya kuasai,” jelasnya.  

Pengakuan sama disampaikan Jauhar Anaf, siswa SMK Muhammadiyah Ngoro yang menyebut soal dalam koran lebih menantang. Selain lebih sulit, variasi soalnya cukup menguras pikiran. “Soalnya memang sulit daripada tryout yang pernah saya ikuti,” lontar siswa jurusan TKJ ini.

Meski begitu, soal disebutnya sebagai cambuk bagi dia dan kawan-kawannya untuk terus belajar. Beban soal yang lebih tinggi menurutnya sebagai tantangan baru yang harus disiapkan menghadapi UNBK.

Miftakhul Hidayat, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Ngoro mengatakan, tryout berbasis koran untuk mengukur kemampuan siswa. Karena rata-rata soalnya mendekati soal-soal UNBK. ”Karena tryout ini untuk menguji kemampuan mereka,” tambahnya.

Setelah tryout selesai, pihaknya akan melakukan pembahasan bersama sampai siswa mengerti. ”Dengan begitu, mereka lebih siap menghadapi soal-soal UNBK,” pungkasnya. (tim)

(jo/mar/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia