Kamis, 27 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Warga Ngepeh Ngoro Penderita Stroke Ditemukan Mengambang di Sungai

11 Februari 2020, 17: 51: 07 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Supriono, 53, warga Desa Ngepeh, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, kemarin (10/2) ditemukan tewas mengambang di sungai. Ia diduga terpeleset ke sungai, lalu terjatuh dan hanyut. Semasa hidup, korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke.

Supriono, 53, warga Desa Ngepeh, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, kemarin (10/2) ditemukan tewas mengambang di sungai. Ia diduga terpeleset ke sungai, lalu terjatuh dan hanyut. Semasa hidup, korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke. (Warga Desa Ngepeh Kecamatan Ngoro mengevakuasi salah satu warga yang hanyut ke sungai kemarin.)

Share this      

JOMBANG – Supriono, 53, warga Desa Ngepeh, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, kemarin (10/2) ditemukan tewas mengambang di sungai. Ia diduga terpeleset ke sungai, lalu terjatuh dan hanyut. Semasa hidup, korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke.

“Korban mungkin hendak mandi setelah mencari rumput, tadi ada warga laporan kalau kondisinya mengambang di sungai,” jelas  Beni Wijaya, salah satu saksi yang juga perangkat Desa Ngepeh kemarin.

Pantauan di lokasi, korban ditemukan mengambang terbawa arus sungai dengan posisi tengkurap. Kondisinya tersangkut sebuah batu dalam keadaan tanpa busana. Ditemukan sekitar satu kilometer dari rumahnya. Diduga kuat, Supriono jatuh terpeleset saat mandi di sungai dekat rumahnya.

Warga yang mengetahui jasad pria ini langsung melaporkan ke petugas Polsek Ngoro. Setelah petugas tiba di lokasi, langsung mengevakuasi jasad korban. Saat dievakuasi, bagian wajah korban terdapat luka di bagian pelipis.  

Dari keterangan warga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke. Diduga penyakit korban kambuh saat mandi di sungai. ”Kemudian hanyut terbawa arus sungai,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, AKP Lely Bahtiar Kapolsek Ngoro membenarkan peristiwa tersebut. ”Benar korban adalah warga sini (Ngepeh, Red),” ujarnya di lokasi.

Dari hasil visum dan keterangan saksi, ada luka di pelipis mata korban bukan karena tindak kekerasan namun diduga akibat benturan batu saat korban terlepeset mandi di sungai. ”Bukan, itu kena batu,” tandasnya.

Jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Kedatangan jenazah langsung disambut isak tangis keluarga. ”Korban diketahui memiliki riwayat stroke dan diduga  jatuh saat mandi di sungai, tak jauh dari rumahnya,” pungkas Leli. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia