Kamis, 27 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Harga Cabai Masih Pedas, Harga Bawang Putih Malah Ikut Melonjak

10 Februari 2020, 09: 18: 55 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Harga bawang putih ikut melonjak naik seperti harga cabai, seperti yang terjadi di Pasar Pon Jombang.

Harga bawang putih ikut melonjak naik seperti harga cabai, seperti yang terjadi di Pasar Pon Jombang. (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Sampai pekan kedua Februari, harga cabai di pasar tradisional masih tinggi. Saat ini, harga per kilo cabai masih bertahan di kisaran Rp 60 ribu.

"Untuk cabai masih naik turun. Dibandingkan awal tahun, sekarang harganya sudah mulai turun," ujar Min Ilmi salah satu pedagang di pasar PON kemarin.

Dia mengatakan, sebelumnya harga cabai rawit masih dijual Rp 70 ribu per kilo.  Sejak sepekan terakhir turun menjadi Rp 60 ribu per kilo. Sama halnya harga cabai merah juga terjadi penurunan. ”Cabai merah  juga turun, sebelumnya per kilo Rp 68 ribu sekarang menjadi Rp 65 ribu per kilonya,” bebernya.

Penurunan juga terjadi pada harga cabai keriting. Dari sebelumnya per kilo dijual dengan harga Rp 65 ribu, sekarang turun dikisaran Rp 60 ribu.

Salah satu penyebab masih tingginya harga cabai disinyalir lantaran stok barang dari petani terbatas. ”Sekarang stok barang sedikit. Sebab  pasokan dari petani juga terbatas, akibat faktor cuaca,” imbuhnya.

Lantaran masih terjadi fluktuasi harga cabai, dia pun memilih hati-hati mengambil stok barang. ”Ambil barang saya batasi, takutnya  pas habis kulakan banyak, terus harga anjlok otomatis saya rugi,” imbuhnya.

Bawang Putih Tembus Rp 60 Ribu Per Kilo

SELAIN masih tingginya harga cabai, harga sejumlah komoditas pasar lainnya juga terjadi lonjakan. Salah satunya, kenaikan yang terjadi pada harga bawang.

”Bawang putih sekarang naik diharga Rp 60 ribu per kilo,” terang Nur Ilmi, salah satu pedagang di pasar PON Jombang.

Pedagang yang sudah puluhan tahun berjualan di pasar PON menyatakan, kenaikan harga bawang bertahap. Sebelumnya, harga per kilo bawang dijual dikisaran Rp 20 ribu, selanjutnya naik menjadi Rp 45 ribu pe kilo.

Bukannya turun, memasuki awal Februari justru harganya kian melambung. ”Sudah sepekan ini naik. Sekarang per kilo dijual Rp 60 ribu,” bebernya.

Saat ini, stok bawang putih yang dimiliknya sudah menipis. ”Stok bawang di rumah masih ada sekitar 50 Kg. Mungkin hanya cukup untuk jualan dua hari,” bebernya.

Jika tidak ada tambahan pasokan bawang putih dari Surabaya, dirinya memprediksi harga bawang akan terus meroket. "Harga didistributor nanti bisa tembus Rp 60 ribu per Kg. Di tingkat eceran malah bisa naik lagi," terangnya.

Lonjakan harga bawang berdampak pada  penjualan. Pasalnya, rata-rata pembeli mengurangi barang belanjaan. “Sekarang paling banyak beli lima kilogram. Sebelumnya ambil 20 Kg,” lanjutnya.

Senada, dikatakan Siti, salah satu pedagang Pasar Citra Niaga Jombang. Sejak harga melonjak, dia terpaksa mengurangi pasokan dari distributor. “Saya tidak berani beli banyak, takut rugi. Sebab harga di distributor juga tidak menentu,” beber.

Selain itu, harga sayur mayur di pasaran juga naik. Seperti harga kentang dari sebelumnya Rp 11 ribu menjadi Rp 12 ribu per kilo, buncis Rp 9 ribu menjadi Rp 10 ribu per Kg. "Untuk wortel, kol dan tomat harganya juga tinggi sekarang harganya Rp 8 ribu per Kg, padahal biasanya Rp 5 ribu per Kg," bebernya.

Kenaikan  harga berdanpak pada tingkat daya beli masyarakat. Rata-rata mengurangi jatah belanjaan. "Ya belanjanya terpaksa dikurangi. Biasanya beli 1 kilogram sekarang beli setengahnya kalau nggak gitu seperempatnya," terang Henny, warga Desa Pulo, Kecamatan Jombang.

Diharapkannya, harga kembali stabil seperti biasanya. "Ya pengennya harga segera turun, masak kemarin cabai sekarang bawang yang naik," pungkasnya.

Sementara, Bambang Nurwijayanto Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang mengatakan, kenaikan harga cabai ini memang dipengaruhi faktor cuaca. Sehingga berpengaruh pada hasil panen petani. Pihaknya, terus melakukan pengecekan harga di pasar. "Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Pertanian," pungkas Bambang.

Melalui Nursila Cahyaningrum Kabid Sarana Perdagangan dan Bapokting, Bambang membenarkan kenaikan juga terjadi pada harga bawang. Ini dikarenakan, stok barang menipis. ”Karena permintaan pasar tinggi, maka persediaan pedagang menipis,” ungkapnya.

Bahkan, untuk produk bawang dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan permintaan di pasar. Sehingga kondisi ini membuat harga bawang naik tajam. ”Kenaikan terjadi menyeluruh, tidak hanya di Jombang saja. Terlebih lagi kebijakan impor dari pemerintah pusat belum juga teralisasi,” pungkasnya. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia