Senin, 17 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Tuntaskan Polemik Aset Ruko Simpang Tiga, Hari Ini Somasi Dilayangkan

10 Februari 2020, 09: 13: 13 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ruko Simpang Tiga yang merupakan aset milik Pemkab Jombang.

Ruko Simpang Tiga yang merupakan aset milik Pemkab Jombang. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG –  Pemkab bakal mengambil langkah tegas usai surat pemberitahuan tak direspons positif penghuni ruko Simpang Tiga Mojongapit. Dijadwalkan hari ini (10/2), surat somasi akan dilayangkan ke masing-masing penghuni ruko.

Akhmad Jazuli Sekdakab Jombang membenarkan, setelah konsep siap, surat kemudian segera dikirim ke penghuni ruko. “Ya somasi kita kirim supaya dia (penghuni ruko, Red) memenuhi kewajibannya. Detailnya ada di Dinas Perdagangan Dan Perindustrian,” katanya dikonfimasi kemarin (9/2).

Dia tak menampik jika sebelumnya surat pemberitahuan pemkab kepada pihak penghuni ruko tak mendapat respons positif. “Karena itu, kita ini sekarang berjalan sesuai ketentuan. 2016 HGB habis, maka aset kembali ke pemkab, baik itu tanah dan bangunannya. Karena tidak diserahkan, akhirnya kita surati,” imbuh dia.

Meski tak menjelaskan rinci isi somasi, dia menegaskan masih memberi kesempatan bagi para penghuni ruko untuk menempati. “Di situ aset negara, jadi harus kita jaga. Kalau dia tidak menyerahkan, ya kita surati. Seandainya aset itu kita biarkan seperti ini terus kan jelas jadi masalah,” sambung Jazuli.

Dalam somasi itu, pemkab juga memberi deadline kepada penghuni. Sayang, Jazuli belum bisa menyebutkan. “Tetap kita beri kesempatan, sampai kapan ada di perdagangan (disdagrin, Red),” terang dia.

Kendati demikian, dia tetap berharap somasi yang dikirim pemkab segera mendapat respons positif dari penghuni. Mengingat selama ini pemkab sudah memberi beberapa kesempatan bagi penghuni untuk menyelesaikan polemik aset itu. “Harapan kami penghuni itu segera menyerahkan aset dan bangunan kepada pemkab. Karena sudah habis sejak 2016. Kemudian sudah kita tawari sewa dan bayar sesuai ketentuan, sampai sekarang masih kita berikan kesempatan,” ungkap Jazuli.

Menurut Jazuli setelah HGB (Hak Guna Bangunan) habis 2016 lalu, ruko itu kembali menjadi aset pemkab. “Jadi masalah ini, karena mereka menyatakan bangunan itu bukan milik pemkab. Tetapi lihat klausul perjanjian 2016 selesai, semua kembali ke pemkab, baik itu tanahnya dan bangunan,” pungkas Jazuli.

Dihubungi terpisah Bambang Nurwijanto Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang membenarkan hari ini pemkab menjadwal mengirim somasi. “Jadi Jumat (7/2) kemarin itu tandatangan pimpinan. Rencananya besok (hari ini, Red) surat kita kirim,” tutur Bambang.

Dalam surat itu pemkab tetap memberi deadline, agar penghuni ruko merespons. “Kita beri waktu selama 14 hari, artinya sampai 24 Februari,” terangnya singkat.

Sebagian Mulai Pindah dan Disewakan

PANTAUAN di areal Pertokoan Simpang Tiga Mojongapit kemarin (9/2), sejumlah penghuni ruko masih beraktivitas seperti biasa. Namun demikian, sebagian sudah dibiarkan kosong.

Terlihat di sejumlah ruko terdapat plakat berisi informasi kepindahan penghuni ruko. Ada juga sebagian terpasang tulisan dijual ataupun disewakan lengkap dengan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Salah satunya terpantau di salah satu ruko blok C. Sebagian penyewa ruko juga sudah mulai memindahkan kantornya. “Dulu dipakai BFI. Sekarang pindah kalau tidak salah sejak September lalu,” kata Hudan, salah seorang pedagang kaki lima.

Termasuk ruko di sebelahnya juga sudah cukup lama kosong. “Sampingnya yang cat hijau. Itu dulu dipakai bank, sekarang pindah ke Cempaka Mas. Pokoknya, setelah BFI baru sampingnya juga pindah,” imbuh dia.

Tak lama setelah itu, muncul plakat rukonya disewakan. “Mungkin sewanya naik, soalnya sekarang banyak yang pindah ke Cempaka Mas. Di belakang itu banyak yang kosong,” terang dia.

Pindahnya para penyewa itu juga diikuti dengan dicabutnya meteran listrik. “Yang cat biru itu meteran listriknya baru kemarin dicabut PLN. Pokoknya baru saja diputus,” sahut pedagang lainnya.

Meski sebagian pindah aktivitas di pertokoan itu setiap harinya selalu ramai. Terutama saat hari efektif. “Mulai pagi sampai malam mesti ramai,” pungkas dia. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia