Kamis, 27 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Hukum

Identitas Pembuang Limbah B3 di Bandarkedungmulyo Sudah Dikantongi

10 Februari 2020, 06: 13: 22 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Limbah B3 yang dibuang di pekarangan warga Desa Brangkal

Limbah B3 yang dibuang di pekarangan warga Desa Brangkal (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang akhirnya mulai buka suara terkait pembuangan limbah abu aluminium di Dusun/Desa Brangkal, Kecamatan Bandarkedungmulyo.

DLH menyebut, seluruh pembuang juga transporter serta makelar untuk pembuangan itu sudah diketahui satu persatu.

“Kami tidak akan menyebut by name. Yang jelas dipastikan seluruhnya berasal dari wilayah Sumobito,” terang Plt Kepala DLH Jombang Abdul Qudus, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Dari informasi yang dikantonginya, pihak pembuang ini tak bekerja sendiri. Ia bekerjasama denga transporter limbah dan oknum makelar untuk pembuangnya. “Jadi ada pencari lahan yang menghubungi korban, dan transpoter yang mengirim ini yang menaruh nantinya. Transporternya juga resmi, dia memang transporter limbah B3,” lanjutnya.

Qudus memastikan, seluruh timbunan abu aluminium yang diletakkan di lokasi pondasi rumah warga merupakan limbah B3. Hal ini didasarkan pada karakteristik serta dampak yang ditimbulkannya. “Sudah pasti B3. Karena pembuangnya pasti, asalnya juga pasti, jadi tidak ada lagi alasan menyebut itu bukan limbah B3,” tambah Qudus.

Terkait keberadaan limbah tersebut, pihaknya sudah dimintai keterangan pihak kepolisian. “Sudah, kemarin dari kabid ada yang sudah dimintai keterangan. Seluruh data sudah diberikan kepada Polres Jombang untuk penindakan lebih lanjutnya,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya berencana kembali memanggil seluruh pihak terkait pembuangan limbah. “Jadi kita pastikan akan memaksa dan menekan mereka untuk mau mengambil kembali timbunan untuk diserahkan ke pihak pengolah. Tidak boleh dibawa kembali ke pabrik. Biaya tentu tanggung jawab mereka nanti,” tambahnya.

Sementara untuk proses hukum, Qudus menyebut memasrahkan prosesnya ke kepolisian. Kendati nantinya akan ada upaya pemulihan dengan cara mengangkut kembali limbah, polisi disebutnya bisa terus melakukan upaya hukum. “Proses hukumnya tetap lanjut, barangbukti bisa diambil sampel beberapa saja. Kami berharap juga agar ada efek jera juga nanti kepada pembuangnya,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia