Minggu, 23 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Hukum

Wik-Wik dan Sebarkan Foto Bugil Pacar, AF Pelajar Megaluh Ditangkap

09 Februari 2020, 20: 05: 06 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Barang bukti berupa boneka yang menjadi modus AF melakukan aksi persetubuhan.

Barang bukti berupa boneka yang menjadi modus AF melakukan aksi persetubuhan. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – AF, 16, remaja asal Kecamatan Megaluh harus meringkuk di sel tahanan. Pelajar bangku SMA ini nekat menyetubuhi pacarnya yang juga masih usia sekolah.

”Pelaku kini sudah berhasil kita amankan. Sekarang sudah kita lakukan penahanan. Baik pelaku dan korban sama-sama masih anak-anak, masih sekolah juga,” terang Kasatrekrim Polres Jombang Ambuka Yudha Hardi Putra melalui KBO Satreskrim Polres Jombang Iptu Sujadi dalam rilis (7/2) kemarin.

Perbuatan bejat AF ini, dilakukan 2019 lalu. Awalnya, kedua pelajar ini saling berkenalan lewat media sosial Facebook. Dari perkenalannya itu, keduanya akhirnya sering jalan bareng.

Hubungan keduanya kian dekat. AF, mulai bahkan berani merayu Bunga, 16, (nama samaran) dengan kata-kata manis dan juga membelikan hadian boneka. Pelaku tak segan mengajak korban ke rumahnya.

Hingga hubungannya kian jauh. Saat berada di rumah pelaku, korban termakan bujuk rayu untuk diajak berhubungan intim. ”Modusnya dengan janji-janji dan bujuk rayu. Ya membelikan boneka, mengajak jalan-jalan hingga janji akan dinikahi,” imbuhnya.

Tak puas hanya menyetubuhi pacarnya ini, AF juga mengabadikan momen saat korban tengah bugil dengan kamera HP. Hingga beberapa bulan kemudian, foto bugil korban pun disebarnya ke beberapa temannya yang lain. Dari situlah hubungan keduanya terbongkar. ” Orang tua korban tidak terima akhirnya melaporkan pelaku ke polisi akhir Januari lalu,” tambah Sujadi.

Usai mendapat laporan korban. Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku di rumahnya. Selain itu, polisi juga mengamankan baju korban termasuk boneka pemberian pelaku sebagai barang bukti.

Pelaku pun hanya bisa pasrah digelandang petugas ke Mapolres Jombang. Atas perbuatannya,  pelaku dijerat pasal 81 ayat (2) subsider pasal 80 ayat (3) UU RI nomor 35 tahun 2014 perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang perlindungan anak. ”Ancaman hukumannnya 15 tahun penjara," pungkas Sujadi. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia