Minggu, 23 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Sudah Seminggu Banjir di Desa Jombok Kesamben Belum Surut

09 Februari 2020, 19: 27: 33 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Hampir sepekan sejak (2/2) malam. Banjir yang melanda wilayah Kesamben. Genangan air masih cukup tinggi. sejumlah rumah warga masih tergenang.

Hampir sepekan sejak (2/2) malam. Banjir yang melanda wilayah Kesamben. Genangan air masih cukup tinggi. sejumlah rumah warga masih tergenang. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Hampir sepekan sejak (2/2) malam. Banjir yang melanda wilayah Kesamben. Genangan air masih cukup tinggi. sejumlah rumah warga masih tergenang.

Pantauan di lokasi (7/2), genangan air masih bertahan di wilayah Dusun Beluk, Desa Jombok. Selain rumah-rumah warga, banjir juga menggenangi jalan.

Pemandangan tak jauh berbeda di Dusun Kedondong, Desa Blimbing. Meski volume banjir sudah mulai surut. Namun di sejumlah titiknya, air masih bertahan. ”Pagi tadi (kemarin, Red) sudah terlihat surut terutama di pertigaan Dusun Beluk. Sekarang mungkin ketinggiannya antara 40-50 centimeter saja,” terang Agus Santoso Camat Kesamben sore kemarin (7/2).

Akibat banjir, warga dua Dusun sangat terganggu. Saat ini bantuan air bersih masih terus didatangkan ke lokasi banjir. Selain itu, petugas juga mendirikan posko dan dapur umum.

Mengingat cuaca intensitas hujan mulai tinggi, warga terus waswas dengan banjir. ”Sampai sekarang ini volume banjirnya pasang surung.  Pagi turun, begitu hujan sorennya naik lagi, begitu,” bebernya.

Dorong Pemkab Lebih Proaktif Atasi Banjir

SEMENTARA itu, banjir yang melanda di beberapa wilayah di Kabupaten Jombang setiap tahunnya mendapat respons kalangan dewan. Wakil rakyat meminta pemkab mempunyai solusi startegis penanganan banjir.

”Memang hampir setiap tahun rutin terjadi banjir di Jombang. Seperti banjir di wilayah Kecamatan Kesamben termasuk sejumlah wilayah di utara Brantas masih kita temukan,” ujar Farid Al Farisi, Wakil Ketua DPRD Jombang.

Dampaknya, tidak hanya merendam wilayah pemukiman warga, termasuk hamparan sawah juga terendam. ”Jelas dampaknya merugikan sekali,” bebernya.

Karenanya, pihaknya mendesak pemkab segera melakukan kajian serius guna mencari solusi mengatasi banjir. ”Karena sudah banyak keluhan terkait banjir tersebut,” ungkapnya.

Sebab, selain menggenangi rumah-rumah warga, banjir juga membuat petani kelimpungan lantaran tanamannya rusak terendam banjir.

Seperti halnya ratusan hektar sawah warga di wilayah Kecamatan Kesamben dan sejumlah wilayah kecamatan di utara Brantas. ”Apabila tidak segera dicarikan solusi, kasihan masyarakat. Kami mendorong lebih pemkab proaktif untuk masalah banjir,” pungkasnya. (*)

(jo/fid/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia