alexametrics
Sabtu, 04 Apr 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Kepergok Mencuri, Pria Bertato Asal Nganjuk Dimassa Warga Diwek

09 Februari 2020, 19: 05: 27 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Martinus Vivied Andrian,43, warga Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk tertangkap warga usai mencuri.

Martinus Vivied Andrian,43, warga Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk tertangkap warga usai mencuri. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Martinus Vivied Andrian,43, warga Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk harus berurusan dengan aparat Polsek Diwek. Aksinya membobol rumah di Desa Keras Kamis (6/2) siang kepergok warga. Dia pun sempat menjadi bulan-bulanan warga.

“Terhadap pelaku dan barang bukti sudah kita amankan di Mapolsek. Sekarang masih kita lakukan proses pemeriksaan,” terang Kapolsek Diwek KP Achmad Chairudin.

Kejadian bermula sekitar pukul 09.00 WIB. saat itu Suciwati, 58, warga Dusun/Desa Keras, Kecamatan Diwek tengah meninggalkan rumahnya dalam kondisi kosong. ”Pelaku sepertinya sudah mengintai gerak- gerik calon korbannya,” bebernya.

Mengetahui si pemilik rumah tidak ada di rumah. Pelaku mulai menjalankan aksinya. Kondisi pintu rumah korban tidak terkunci, memudahkan pelaku masuk ke dalam rumah. Dia pun menuju salah satu lemari tempat korban menyimpan uang.

Nahas, di tengah aksinya itu, tiba-tiba pemilik rumah datang. Seketika korban meneriakinya maling. Pelaku pun berusaha kabur menggunakan sepeda motor Honda Supra X miliknya. ”Pelaku sempat kabur menggunakan motor  ke arah Desa Pundong, tapi dikejar warga,” bebernya.

Karena panik, laju kendaraan pelaku pun tak stabil. Pelariannya pun terhenti setelah motornya menabrak pembatas jembatan hingga terjatuh. Warga yang tersulut emosi pun melancarkan sejumlah pukulan kea rah wajah korban.

Beruntung aksi warga segera diredam anggota Polsek Diwek yang datang ke lokasi. Dari tangan pria bertato ini, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, di antaranya, satu unit sepeda motor Supra X warna hitam yang digunakan sarana pelaku beraksi, sebuah dompet bertuliskan toko emas Kencono, satu box berisi laptop Lenovo, uang tunai Rp 306 ribu dan sebuah obeng.

Dia pun hanya bisa pasrah digelandang petugas ke Mapolsek Diwek guna pemeriksaan lebih lanjut. Dari pemeriksaan terungkap, pelaku sudah dua kali menyatroni rumah korban. ”Sebelumnya pada 6 Desember 2019 lalu, pelaku juga membawa dua laptop dari rumah korban,” tambah Chairudin.

Atas perbuatannya, polisi menjeratnya pasal 362 KUHP jo pasal 65 KUHP tentang pencurian yang dilakukan berulang-ulang. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia