Senin, 17 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Perbaikan Jalan Nasional di Jombang Belum Dilakukan Secara Menyeluruh

09 Februari 2020, 15: 51: 00 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi jalan nasional di ruas Peterongan yang sebelumnya mengalami kerusakan, kini sudah ditambal dengan aspal.

Kondisi jalan nasional di ruas Peterongan yang sebelumnya mengalami kerusakan, kini sudah ditambal dengan aspal. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Proses serah terima akhir proyek jalan nasional milik Kementerian PUPR di jalan Raya Peterongan senilai Rp 46 miliar hingga kini urung terlaksana. Sebab, hingga kini perbaikan kerusakan jalan dinilai belum maksimal.

“Belum ada serah terima, karena saya minta untuk diperbaiki dulu. Soalnya, setelah saya cek dan saya lihat masih ada yang rusak dan median belum dipasang rapi,” terang Sriyanto pejabat pembuat komitmen (PPK) Preservasi Jalan Kertosono, Jombang, Mojokerto, Gempol dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)  kemarin.

Dijelaskan, usai pengerjaan jalan selesai, PT Timbul Jaya Persada selaku pelaksana proyek, punya tanggungjawab pemeliharaan hingga akhir Desember 2019. Sehingga, terkait kondisi kerusakan jalan masih menjadi tanggungjawab rekanan. ”Harusnya akhir Desember sudah ada serah terima. Karena masih ada yang rusak, akhirnya saya minta segera diperbaiki. Baru kalau sudah selesai semua, nanti kita terima Final Hand Over (FHO) atau serah terima akhirnya,” pungkas Sriyanto.

Terkait kegiatan perbaikan di ruas jalan raya Peterongan, dirinya membenarkan. “Jadi tempo hari sudah saya perintahkan, segera menambal dan memperbaiki cor yang rusak. Mudah-mudahan mereka bisa menyelesaikan,” katanya.

Pantauan di di lokasi, kemarin (4/1), cor yang sebelumnya berlubang nampak sudah ditangani. Namun bukan dicor, ditambal menggunakan aspal. Tak pelak, kondisi jalan itu sekarang ini belang-belang. “Kalau tidak salah sudah satu mingguan nambalnya,” kata Yahya salah seorang warga setempat.

Kendati begitu, beberapa median jalan masih belum diperbaiki. “Depan pasar masih dibiarkan, belum ditata lagi,” imbuh dia. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia