Kamis, 27 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Penyebaran DBD Per Januari 17 Kasus, Terbanyak Peterongan dan Sumobito

05 Februari 2020, 20: 31: 57 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Salah satu pasien DBD di Kabupaten Jombang

Salah satu pasien DBD di Kabupaten Jombang (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Demam berdarah dengue (DBD) mulai mewabah di awal tahun ini. Hingga akhir Januari, tercatat 17 kasus. DBD menyerang segala usia, paling banyak  5-14 tahun.

“Dari kecil sampai dewasa ada, tapi yang paling banyak usia 5-14 tahun,” ungkap Wahyu Sri Harini, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jombang.

17 kasus terjadi enam kasus di Kecamatan Peterongan, Sumobito lima kasus, Kecamatan Plandaan, Jombang, Tembelang, Ploso, Jogoroto dan Ngusikan masing-masing satu kasus.

Angka ini lebih rendah jika dibanding tahun lalu. Januari tahun lalu, kasus DBD di Jombang tembus angka 123 kasus, dan dalam kurun waktu satu tahun ada 344 kasus DBD yang terjadi. Serta dua orang dinyatakan meninggal akibat DBD.  

Ia mengatakan, melalui Dinas Kesehatan Jombang bupati sudah melayangkan surat edaran untuk memberantas sarang nyamuk secara rutin dan serentak seminggu sekali. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dilakukan di seluruh instansi, mulai kantor-kantor, OPD, rumah, sekolah.

Pemberantasan sarang nyamuk tidak cukup dilakukan dengan 3M saja, tapi 3M plus. Yaitu, menguras, mengubur, dan menutup. Ditambah lagi dengan memelihara ikan yang bisa memakan jentik, menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur dan lainnya.  PSN dinilai lebih ampuh memberantas nyamuk dibandingkan fogging.  

“Kalau ada yang mengalami demam tinggi segera periksakan ke faskes terdekat, agar dilakukan penyelidikan epidemologi jika kedapatan DBD atau suspect DBD,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Jombang Mundjidah Wahab juga sudah meminta dinas kesehatan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar membiasakan hidup bersih dan sehat. Ditambah dengan pemberantasan sarang nyamuk yang harus dilakukan di setiap rumah.

“Sebetulnya sudah disosialisasikan dinas kesehatan untuk masyarakat agar menjaga kebersihan lingungan, jangan sampai ada air yang menggenang,” kata Bupati Mundjidah.

Namun banyaknya kasus yang masih terjadi, ia menyebut penanganan juga akan dilakukan semaksimal mungkin. “Namanya juga orang banyak ya, kalau sudah dijaga kebersihannya tapi masih ada yang sakit demam berdarah, maka harus segera mendapatkan penanganan,” pungkasnya. (*)

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia