Kamis, 27 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Nasib Petani Jombang; Kemarau Diserang Tikus, Hujan Terendam Banjir

05 Februari 2020, 20: 22: 22 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Persawahan di Dusun Karandegan, Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben berubah seperti tambak akibat banjir.

Persawahan di Dusun Karandegan, Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben berubah seperti tambak akibat banjir. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Petani di Kabupaten Jombang tahun ini nelangsa. Usai tanamannya diserang hama tikus beberapa waktu lalu, kini mereka gagal tanam pertama lantaran sawahnya terendam banjir.

Seperti di Dusun Karandegan, Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben berubah seperti tambak. Itu setelah hampir seluruh sawah terdampak banjir sejak tiga hari terakhir.

Tingginya air membuat tanaman padi yang baru berusia muda itu tak terlihat lagi. Para petani kian ketar-ketir lantaran padi mereka bakal rusak. Salah satunya seperti yang dirasakan Rusdan, petani setempat. Meski sawahnya terendam banjir hingga setinggi paha orang dewasa, dia tetap melihat tanamannya.

Sembari berjalan menuju dataran yang lebih tinggi, Rusdan nampak menggerutu. “Ajor (baca; hancur) padinya tidak bisa diselamatkan, jelas busuk,” katanya setelah dia sampai di jalan raya setelah berkeliling ke sawah.

Padi miliknya sama persis dengan milik petani lain, masih berusia muda. Dua minggu usai tanam. “Ini sudah tiga hari kebanjiran, Minggu malam waktu hujan deras, paginya padi sudah nggak kelihatan lagi,” imbuh dia.

Menurut Rusdan, hampir seluruh tanaman padi milik petani lain juga terendam banjir. Waktunya juga sudah tiga hari. Tentu kini mereka dilanda rasa khawatir tanamannya menjadi rusak. “Kalau sudah satu minggu biasanya jadi busuk. Bisa saja ditanami lagi, tapi cari bibitnya susah,” paparnya.

Senada disampaikan Rofiq petani lainnya yang sawahnya juga terendam banjir. Bedanya, dia sebelum kebanjiran sudah melakukan tanam ulang. “Itu yang kena banjir sebelumnya sudah disulami. Soalnya sebelum banjir sekarang, sebagaian tanaman rusak kena tikus,” terang dia.

Baik dia maupun petani lainnya mengaku, sebelum terendam banjir, sudah disibukkan dengan serangan hama tikus. Saat musim jagung misalnya, tak sedikit petani yang mengalami gagal panen lantaran jagung habis diserang tikus. “Sekarang ganti kena banjir,” terangnya lagi.

Menurut dia, air yang merendam sawah itu lantaran saluran air yang tidak berfungsi dengan baik. “Mungkin salurannya ini kurang lebar, jadi waktu ada air tidak bisa jalan lancar. Apalagi di sebelah sana ada jalan tol,” pungkas dia sembari menunjuk ke saluran. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia