alexametrics
Senin, 06 Apr 2020
radarjombang
Home > Peristiwa
icon featured
Peristiwa

Terendam Banjir, Padi Petani Asal Kesamben Terancam Membusuk

05 Februari 2020, 20: 03: 59 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Genangan air yang membanjiri sawah membuat petani di Dusun Sapon, Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben bingung

Genangan air yang membanjiri sawah membuat petani di Dusun Sapon, Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben bingung (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Genangan air yang membanjiri sawah membuat petani di Dusun Sapon, Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben bingung. Sebab, jika tidak segera surut bisa merusak tanaman padi.

”Kalau terlalu lama terendam air, padinya bisa busuk. Kalau sudah begitu, mau tidak mau harus tanam ulang, biaya lagi,” terang Hartanto, salah satu petani sekitar.]

Terhitung sekarang, genangan air sudah hampir sepekan merendam sawah petani. Petani pun berpotensi merugi. ”Kalau Terendam lebih dari lima hari, biasanya tanamannya membusuk, harus diganti dengan tanaman baru,” bebernya.

Namun demikian, sebagian petani masih ada yang belum tanam. Meski begitu, bibit petani juga terancam rusak akibat genangan air. “Benihnya kemarin banyak yang hanyut hilang terbawa air. Lainnya ya terendam,” imbuhnya.

Tidak hanya kali ini saja, hampir setiap tahun areal sawah di wilayahnya selalu menjadi jujugan banjir. “Tiap tahun belum berubah, masih tetap banjir,” sahut Suwati salah seorang buruh tani.

Hujan yang turun beberapa hari terakhir diikuti intensitasnya yang tinggi membuat areal sawah setempat kebanjiran. “Kalau kemarin hanya di sebelah kanan jalan. Sekarang dua-duanya yang banjir,” beber dia.

Dia pun menyingungg fungsi saluran yang disebut belum maksimal, sehingga muncul genangan. “Mungkin kurang lebar salurannya, jadi airnya tidak bisa langsung hilang. Seperti mandek di sini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sejumlah petani di Dusun Ngemprak, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben mulai resah. Sebab, jelang musim tanam padi, sawah mereka kebanjiran sehingga bibit yang sudah disemai turut hanyut. Akibatnya, rencana tanam padi terpaksa mundur. “Ini ya kaget pagi tadi, air tiba-tiba saja penuh mulai tadi malam,” terang Kasdin, 50, salah satu pemilik sawah.

Hingga siang kemarin, sawah yang sedianya akan mulai ditanami padi  tiba-tiba penuh air. Air terpantau menggenang hingga sekitar 50 centimeter atau setinggi lutut orang dewasa. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia