Kamis, 27 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Jembatan Kayen Bandar Kedungmulyo Berlubang, Roda Empat Dilarang Lewat

04 Februari 2020, 19: 13: 05 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi jembatan rusak di Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang.

Kondisi jembatan rusak di Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Pemandangan berbeda terlihat di jembatan Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, kemarin. Sebab, jembatan yang rusak dan bolong itu dipasang kloset di tengah-tengah.

Windari salah seorang warga menuturkan, kerusakan jembatan terjadi hampir satu bulan ini. Aspal jembatan sebelah barat rusak berat. “Sebelah itu bolong, awalnya kecil lama-lama semakin melebar,” katanya kemarin (1/2). Kerusakan jembatan itu membuat warga mengambil langkah aman untuk sementara.

Sebelum masuk jembatan dipasang kayu serta tanda larangan bagi kendaraan roda empat yang akan melintas. “Takutnya kalau dilewati ada yang terperosok, bisa-bisa kalau dibiarkan bertambah parah, kalau bisa segera diperbaiki biar yang lewat aman,” imbuh dia.

Tak hanya dipasang penanda, warga juga memasang kloset warna terang tepat di area kerusakan. Meski tak dijelaskan pasti, adanya kloset yang dijadikan penutup itu berharap kerusakan jembatan segera ditangani. “Biar yang lewat tidak kejebak disitu, soalnya di bawahnya langsung sungai,” papar wanita yang rumahnya tak jauh dari jembatan.

Sepengetahuan dia, kondisi jembatan sebelumnya sudah pernah rusak. “Tetapi di sampingnya. Terus dibenahi kemudian waktu jalannya diaspal ikut ditutup aspal,” bebernya. Keberadaan jembatan memang sudah ada sejak lama, lebih dari 10 tahun. “Pastinya tahun berapa tidak tahu, waktu saya masih kecil sudah ada,” beber dia.

Dikonfirmasi terkait kondisi jembatan, M Rakhmat Sunendar Kabid Bina Marga Dinas PUPR Jombang, bakal melakukan cek lapangan untuk memastikan jembatan tersebut masuk kewenangan siapa. “Selama ada di kewenangan PU akan kita tangani, cuma kalau masih bisa perawatan,” pungkasnya. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia