Kamis, 27 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Bupati Mundjidah: Jembatan Baru Ploso Sudah Masuk Perencanaan

03 Februari 2020, 10: 24: 36 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Pondasi jembatan baru Ploso yang sudah dibangun sejak beberapa tahun silam.

Pondasi jembatan baru Ploso yang sudah dibangun sejak beberapa tahun silam. (Wenny Rosalina/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Proyek gagal jembatan baru Ploso sepertinya segera akan dilanjutkan tahun ini. Setelah  proses pembebasan lahan terdampak rampung, pengerjaan jembatan disebut sudah masuk tahap perencanaan.

”Informasi dari Dinas PUPR Jatim, pembangunan jembatan baru Ploso sudah masuk perencanaan. Kita juga berharap itu bisa segera direalisasikan,” ujar Bupati Mundjidah Wahab kemarin.

Bupati berharap proyek pembangunan jembatan yang sudah sekitar tujuh tahun mangkrak bisa dilanjutkan tahun ini. Sebab, keberadaan jembatan baru sangat dibutuhkan guna mendukung proses pembangunan khususnya di daerah Jombang. ”Jembatan yang ada sekarang tidak maksimal, apalagi umurnya juga sudah tua sehingga harus dilakukan pembatasan tonase kendaraan,” bebernya.

Karena kondisi itu juga lanjut Mundjidah, menjadikan investor berfikir dua kali untuk masuk ke Jombang. ”Itu menjadi salah satu kendala investor masuk ke Jombang. Kalau mobilitas tidak lancar, kan semua juga menjadi terhambat,” tandasnya.

Selama ini pihaknya juga sudah berusaha mendorong agar bisa dilakukan percepatan pembangunan jembatan baru Ploso. ”Kita juga aktif berkoordinasi dengan pusat agar proyek jembatan baru segera dilanjutkan,” singkatnya

Terpisah, Miftahul Ulum Kepala Dinas PUPR Jombang menerangkan, dari informasi yang dia terima, persiapan pelaksanaan fisik sudah mulai dimatangkan. ”Saat ini Dinas PU Bina Marga Jawa Timur sudah mulai melakukan persiapan pelaksaan fisik. Teman-teman di kementerian dan provinsi mulai mengumpulkan data,’’ katanya dikonfirmasi kemarin (31/1).

Data itu lanjut Ulumterkait pengerjaan fisik dan lahan yang sudah dibebaskan. ’’Kalau di provinsi itu kemarin kaitannya DED (detail engineering design, Red) dan sebagainya. Karena perencanaan jembatan ada di provinsi,’’ ungkap Ulum.

Sedangkan pemkab sendiri kata Ulum, juga mempersiapkan data lahan yang sudah bebas di sisi selatan Brantas. ”Pembebasannya dulu kan oleh pemkab,” imbuhnya.

Sambil menyiapkan data, pihaknya juga menunggu koordinasi lebih lanjut baik dari provinsi ataupun pusat. ”Kemarin secara lesan kita dikabari rencana nanti ada pertemuan, kita juga akan diundang, tapi belum tahu kapannya,” bebernya. (*)

(jo/wen/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia