Kamis, 27 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Pemkab Jombang Diminta Data Aset yang Akan Diserahkan ke Pemprov Jatim

03 Februari 2020, 10: 19: 12 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proses penyerahan aset terminal Kepuhsari yang hingga kini masih terus berproses

Proses penyerahan aset terminal Kepuhsari yang hingga kini masih terus berproses (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Proses penyerahan aset terminal Kepuhsari hingga kini masih terus berproses. Terakhir, pemkab diminta melakukan pendataan ulang aset yang diserahkan pemprov.

“Jadi kemarin itu sudah ada jawaban dari gubernur, kita disurati diminta mendata lagi aset yang diberikan apa saja,” terang Hartono Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang kemarin (31/1).

Sebelumnya pemkab sudah melakukan serah terima pengelolaan aset terminal Kepuhsari. Namun dalam perkembangannya, pemprov mengirim surat balasan terkait pendataan ulang aset. “Saya fikir kemarin itu cukup surat bupati menyerahkan, kemudian dari sana yang mendata lagi. Ternyata ada surat lagi kita yang diminta data,” imbuh dia.

Sebagai tindaklanjut, pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang. “Ya nanti tetap ada pendataan lagi, akhirnya akan dihitung di bagian aset. Apakah aset dan  bangunan atau bagaimana, nanti dirinci lagi,” sambung Hartono.

Meski sudah diserahkan, untuk personel, tetap dipertahankan. Sekitar 18 personel Dishub Jombang tetap ikut pemkab. “Personelnya tidak kita serahkan, hanya aset saja yang diserahkan ke provinsi,” pungkas Hartono.

Sebelumnya, Mochammad Nasrulloh Kepala BPKAD Jombang menyampaikan, setelah menginventarisir aset di terminal Kepuhsari. Diketahui luas total aset di terminal Kepuhsari mencapai 27.288 m2 dengan nilai aset sebesar Rp 4,7 miliar.

Setelah dipecah, ditemukan total nilai aset yang diserahkan ke Pemprov Jatim mencapai 12.085 m2 dengan nilai aset ditaksir mencapai Rp 2,1 miliar. Sedangkan, aset yang tetap dimiliki Jombang seluas 15.203 m2. ”Dengan nilai aset Rp 2,6 miliar,” ujar dia memerinci.

Dia menambahkan, tak seluruhnya aset di Terminal Kepuhsari diserahkan. Namun hanya separo dari aset yang dimiliki. ”Lainnya tetap menjadi aset kita,” tambahya. Nasrulloh menegaskan, kendati aset pemkab berkurang setelah diserahkan ke provinsi, namun dari sisi kerugian dikatakan tidak ada. Alasannya, penyerahan aset dilakukan setelah menyikapi regulasi nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah. ”Kalau dari sisi kerugian tidak ada. Namun kalau ditanya berkurang asetnya, memang iya,” tandasnya. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia