alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Usai Wik-Wik dengan Pacar, Remaja Asal Tembelang Dibekuk Polisi

03 Februari 2020, 10: 16: 44 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menunjukkan barang bukti kasus persetubuhan.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menunjukkan barang bukti kasus persetubuhan. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Gara-gara setubuhi pacar, seorang remaja berinisial MI, 17, hanya bisa pasrah saat digiring menuju Polres Jombang. Setelah ia dilaporkan keluarga NA,17 atas kasus persetubuhan.

“Keduanya sama-sama di bawah umur, sama-sama 17 tahun, baik pelaku dan korban sama-sama masih anak-anak,” terang AKP Ambuka Yudha Hardi Putra, Kasatreskrim Polres Jombang kemarin (31/1).

Kasus ini bermula dari dua siswa tingkat SMA ini yang saling menjalin hubungan asmara selama beberapa bulan. MI sendiri warga Kecamatan Tembelang, sementara korban NA warga Kecamatan Plandaan.

Beberapa bulan pacaran, hubungan keduanya semakin tak terkendali. Bahkan, mulai berani melakukan hubungan laiknya suami istri. “Jadi pelaku melakukan bujuk rayu kepada korban atas dasar cinta. Hingga keduanya nekat melakukan hubungan itu,” lanjutnya.

Peristiwa ini akhirnya diketahui orang tua NA yang mulai curiga atas perubahan perilaku anak perempuannya. Setelah didesak, NA mengaku telah disetubuhi pacarnya sendiri. “Atas dasar itu, kemudian orang tua korban melapor 27 Januari lalu, dan kita langsung tangkap,” tambah Ambuka.

Polisi juga menyita beberapa baju korban dan hasil visum sebagai alat bukti. Kepada polisi, MI mengaku melakukan hubungan suami istri dengan sengaja setelah berhasil merayu korban. Ia melakukannya di sebuah lokasi di Kecamatan Plandaan. “Yang jelas bukan di rumah korban aupun rumah pelaku. Pengakuannya baru sekali,” lontarnya.

Akibat perbuatannya, MI kini harus merasakan dinginnya jeruji besi. Polisi juga menjerat dengan pasal 81 ayat 2 subsider pasal 80 ayat 3 Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” pungkas Ambuka.

Kasus ini menjadi kasus pencabulan dan persetubuhan anak ketiga yang diungkap polisi dalam sebulan terakhir. Dua minggu sebelumnya, kasus pencabulan juga terjadi dengan modus pacaran. Seminggu lalu, polisi juga mengungkap pencabulan di Perak yang dilakukan bapak kepada anak tirinya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia