Senin, 17 Feb 2020
radarjombang
icon-featured
Peristiwa

Izin Tak Masuk Kerja, Supriyatin Justru Ditemukan Tewas di Rumahnya

24 Januari 2020, 17: 37: 36 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Proses evakuasi jenazah Supriyatin, 55, warga Dusun Dukuh Sanan, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung

Proses evakuasi jenazah Supriyatin, 55, warga Dusun Dukuh Sanan, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Supriyatin, 55, warga Dusun Dukuh Sanan, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung ditemukan tewas di rumahnya. Saat ditemukan, kondisi mayatnya sudah mengeluarkan bau menyengat, tergeletak di atas kursi ruang tamu.

Karimukti, 43, Ketua RT mengatakan, mayat korban diketahui Kamis (23/1) siang. Saat itu, salah satu teman korban bermaksud menjenguk korban lantaran sudah dua hari tidak masuk kerja karena sakit. ”Kebetulan korban bekerja di salah satu pengusa kayu di Desa Janti, katanya sudah dua hari izin tidak masuk kerja,” bebernya.

Saat ditemukan, kondisi tubuh Supriyatin tergeletak di atas kursi ruang tamu rumahnya. Badannya sudah mulai membengkak dan menghitam, ditemukan pula bekas muntahan darah di lantai rumahnya yang keluar dari mulut korban. “Ya, kondisinya sudah meninggal, sudah bau,” imbuhnya.

Sebelum ditemukan tewas, Supriyatin terakhir terlihat warga Senin (20/1) sore. Meski memiliki dua anak, namun kesehariannya korban tinggal sendiri di rumah. “Sejak hari Selasa pagi itu juragannya sudah menjenguk ke sini. sebab izin tidak masuk kerja karena sakit, badannya sudah dingin katanya,” tambah Karimukti.

Polisi yang datang ke lokasi langsung memasang garis polisi di sekitar rumah korban. Usai melakukan olah TKP, Selanjutnya Jasad Supriyatin dievakuasi ke RSUD Jombang untuk dilakukan visum. “Korban sudah dievakuasi ke RSUD. Kalau dari kronologi awal memang dia ditemukan sudah dalam kondisi tewas di rumahnya,” terang Kapolsek Mojoagung Kompol Paidi.

Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab kematian korban. “Penyebabnya belum bisa dipastikan, tunggu pemeriksaan dan visum nanti,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia