alexametrics
Minggu, 29 Mar 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Pemkab Jombang Bakal Bangun Sentra Pengolahan Aluminium di Sumobito

24 Januari 2020, 10: 30: 24 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Lahan yang rencananya akan didirikan sentra pengolahan aluminium.

Lahan yang rencananya akan didirikan sentra pengolahan aluminium. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Pemkab Jombang berencana membangun sentra pengolahan aluminium di dua desa di Kecamatan Sumobito. Masing-masing di Desa Bakalan dan Desa Kendalsari.

Mustaghfirin, Camat Sumobito menuturkan, rencana pembangunan sentra aluminium itu sudah dilakukan sejak lama. Saat ini rencana sudah berjalan. “Jadi pabrik pengolahan aluminium akan dijadikan satu. Artinya tersentra di Desa Bakalan dan Desa Kendalsari,” katanya kemarin (23/1).

Untuk Desa Bakalan lokasinya berada di Dusun Bakalan. Sedangkan Desa Kendalsari direncanakan berada di Dusun Kedungsari. Sekarang sudah persiapan pembangunan karena  lahan sudah siap. “Terakhir rapat kemarin, proses hibah tanah ke pemkab, cuma titiknya dimana itu saya belum survei ke lapangan,” sambung dia.

Meski tak dijelaskan rinci, pemkab nanti tinggal melakukan pembangunan. Dana pembangunan pabrik tersebut dari pusat. “Kalau tidak salah di lingkungan hidup (baca; DLH) atau Perdagangan (baca; Disdagrin). Yang lebih tahu sana, karena teknisnya di kabupaten,” terangnya.

Dijelaskan, pertemuan terakhir hanya membahas terkait persiapan lahan yang sekarang masih berada di BPN Jombang. “Intinya penyerahan tanah ke pemkab, kalau belum disertifikatkan tidak bisa membangun. Pokoknya lahan kemarin sudah siap dan diproses di BPN, karena kalau lahan masyarakat tidak boleh, jadi harus lahan pemerintah,” jelas dia.

Dari keterangan yang dia terima, pembangunan tahun ini baru dilakukan di Dusun/Desa Bakalan. “Jadi nanti tempat pengolahan aluminium, selama ini kan masyarakat mengolah sendiri-sendiri. Itu nanti disentralkan, supaya lebih aman dan terjamin kesiapan dan sebagainya, akhirnya dibuatkan tempat dan dijadikan satu,” urai Mustahgfirin.

Lantas bagaimana dengan limbah abu yang ditimbulkan dari pabrik alumunimum? ia mengaku tak mengetahui secara detail. Hanya saja, diharapkan dengan adanya pengolahan aluminium yang tersentral itu tak ada lagi pembuangan limbah di sembarang tempat. “Untuk mengurangi pembuangan limbah sembarangan. Jadi tidak lagi menghilangkan penghasilan masyarakat, karena yang mengelola dari masyarakat,” bebernya.

Sayang, saat ditanya teknis ia tidak mengetahui teknis sentra aluminium yang bagaimana. Apakah limbah diolah lagi atau ditampung di area tersebut. “Itu dinas lebih tahu, yang jelas rencananya pengolahan menjadi satu,” pungkas dia. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia