Senin, 17 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Wacana Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kilo Buat Perajin UMKM Gelisah

23 Januari 2020, 12: 03: 35 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang

Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang (Untuk melebur kaca para perajin manik-manik di Desa Gudo ini menggunakan tabung elpiji 3 kilo.)

Share this      

JOMBANG – Perajin Usaha mikro kecil menengah (UMKM) khususnya manik-manik di Desa Plumbongambang Kecamatan Gudo gelisah dengan wacana pemerintah berencana mencabut subsidi elpiji 3 kilo. Sebab, kebijakan tersebut mengancam kelangsungan pelaku UMKM.

”Kalau benar-benar dicabut dampaknya pengrajin manik-manik ini bisa rugi. Sebab elipiji melon merupakan kebutuhan pokok di bidang industri bidang manik manik ini,” ujar Nur Wakit, salah satu perajin ditemui kemarin (22/1).

Perajin yang sudah menggeluti kerajinan manik-manik sejak 1990 ini, awalnya menggunakan minyak tanah. Namun karena sulit didapat kini beralih ke elpiji 3 kilo. ”Ya kalau pakai elpiji 3 kilo kan murah, karena kalau beli yang besar itu kurang mampu,” papar dia.

Dia menyayangkan munculnya wacana pemerintah yang akan mencabut subsidi elpiji 3 kilo. Meski belum ada keputusan resmi, namun hal itu membuat perajin UMKM gelisah. ”Kalau dicabut subsidinya dan dikembalikan dengan harga nomal maka bisa banyak yang tidak produksi dan bisa terancam gulung tikar,” tandasnya.

Pasalnya, hasil produksi dinilai tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan. Untuk itu, ia berharap pemerintah membatalkan rencana tersebut.

Keberadaan elpiji 3 kilo sangat membantu masyarakat berpenghasilan menengah khususnya pelaku UMKM. ”Harapannya kita selaku perajin, mudah mudahan untuk UMKM subsidinya tidak dicabut biar produksi bisa berjalan lancar sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa,” tandasnya.

Dalam sehari, ia bisa menghabiskan tiga sampai enam elpiji 3 kilo tergantung pekerja yang masuk. ”Untuk 1 elpiji 3 kilo bisa meghasilkan 100 hingga 200 butir manik-manik, namun khusus untuk peleburan kaca memerlukan satu elpiji per harinya,” pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia