Selasa, 25 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Hukum

Penyelidikan Dana Hibah KONI, Kejari Jombang Segera Bentuk Tim

23 Januari 2020, 11: 59: 04 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kantor KONI Jombang

Kantor KONI Jombang (AINUL HAFIDZ/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG – Langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang mendalami penggunaan dana hibah KONI  terus berlanjut. Usai paparan hasil pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) di internal, segera ditindaklanjuti ke tahap penyelidikan.

”Arahan dari pimpinan agar dilakukan pendalaman lebih lanjut. Mungkin setelah ini akan dibentuk tim untuk  melakukan penyelidikan lebih lanjut,” terang Kasi Intelijen Kejari Jombang Harry Rachmat, kemarin.

Ditambahkan Rachmat, meski sebelumnya pihaknya sudah melakukan pemanggilan sejumlah pihak terkait penggunaan dana hibah KONI, dalam prosesnya masih banyak yang perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut.

Misal peruntukkan dana di masing-masing cabor. Nantinya, pihaknya perlu mengkroscek lebih jauh terkait penggunaan dan pembagian anggaran. ”LPJ seperti apa, sesuai tidak dengan yang ada di lapangan nanti kita perlu cek,” bebernya.

Selain itu juga ada dana yang diperuntukkan bagi kesekretariatan, termasuk pengadaan sejumlah alat-alat. ”Itu perlu kita kroscek semua, spesifikasi alatnya, harganya kita bandingkan dengan yang lain,” bebernya.

Termasuk dana kegiatan yang diperuntukkan untuk kegiatan kejuaraan. ”Itu peruntukkannya dibuat apa, misalnya sewa kendaraan, atau pengeluaran yang lain, itu semua perlu kita perdalam lagi. Memang bukan kerja yang mudah dan bisa cepat, sebab banyak hal yang perlu didalami, ” imbuhnya.

Disinggung terkait objek pulbaket, apakah fokus dana hibah KONI tahun anggaran 2017-2018 saja, Rachmat belum bisa membeberkan sekarang. ”Dari keterangan yang kita dapat, 2017 KONI dapat hibah Rp 2 miliar, 2018 juga sama Rp 2 miliar, sementara 2019 Rp 2 miliar plus tambahan Rp 1,5 miliar,” bebernya.

Saat ini kejaksaan juga sudah mulai menjalin koordinasi awal dengan Inspektorat. ”Surat resmi belum, masih sebatas komunikasi awal. Tapi kita berharap nantinya bisa bekerjasama dengan inspektorat untuk melakukan audit,” bebernya.

Setelah tim nantinya terbentuk, tentu pihaknya bisa lebih leluasa melangkah. ”Menunggu sprint lidik keluar, kita lakukan lagi pemeriksaan pihak-pihak terkait, khususnya pengurus harian KONI. Meski sebelumnya beberapa sudah kita mintai keterangan, nantinya kita periksa lagi lebih dalam,” bebernya. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia