Selasa, 25 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Disperta Jombang Didesak Perbaiki Tata Kelola Irigasi Pertanian

21 Januari 2020, 17: 24: 45 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Mesin diesel yang masih digunakan petani di wilayah Ngoro.

Mesin diesel yang masih digunakan petani di wilayah Ngoro. (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Banyaknya keluhan petani terkait fungsi jaringan irigasi tak optimal mendapat respons dari kalangan dewan. Komisi B DPRD Jombang meminta Dinas Pertanian (Disperta) Jombang menindaklanjuti.

”Karena masalah irigasi ini sangat berpengaruh pada petani, saya melihat memang masih banyak petani yang kesulitan air untuk mengairi sawahnya,” ujar Suwanto, anggota Komisi B DPRD Jombang saat dikonfirmasi kemarin.

Dikatakannya, kesulitan ini memang terjadi di beberapa wilayah di Jombang, salah satunya yang dialami para petani di Kecamatan Sumobito. Di antaranya Desa Madiopuro, Menturo, dan Sebani yang sering mengeluhkan pasokan irigasi sawahnya. ”Petani di daerah itu banyak yang mengeluhkan irigasi tidak lancar, bahkan ada yang bilang kita sudah bayar pajak tapi pasokan air tidak lancar,” ungkapnya.

Tak sedikit petani mengalami gagal panen lantaran sulit mendapatkan pasokan air. Sehingga, ini merupakan pekerjaan rumah (PR) dinas untuk segera mengatasinya. ”Banyak saluran teknis yang tak terairi, ini harusnya dinas segera turun tangan mengatasinya,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya menyoroti peran penyuluh pertanian lebih maksimal turun ke lapangan, bukan hanya mengandalkan laporan dari atas meja. ”Kalau laporan dari atas meja ya susah, harus tahu kondisi di lapangan. Ini sudah mulai turun hujan tapi sulit air. Bagaimana pemantauan penyuluh pertanian, solusi yang mereka berikan apa ke petani,” tegasnya.

Dia pun tahu persis bagaimana susahnya petani menghadapi serangan hama tikus saat musim kemarau lalu. ”Pada saat musim kemarau petani bukannya panen hasil tanamnnya malah panen tikus. Karena kalau saluran air kering dijadikan sarang untuk tikus,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan, Sunardi Ketua Komisi B DPRD Jombang. Dirinya mengungkapkan, dinas harus segera mencari solusi kasus kesulitan air bagi petani. Karena kejadian ini hampir merata di Jombang. ”Dinas harus segera mencari solusi untuk mengatasi permasalahan ini,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga harus aktif melakukan pendataan jaringan irigasi mana saja yang rusak, untuk segera ditindalanjuti. ”Kami juga akan menanyakan hal ini ke Dinas Pertanian dan Pengairan untuk mengatasi permasalahan ini,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, meski sudah memasuki musim penghujan, sejumlah petani masih saja mengeluhkan pasokan air untuk mengairi sawahnya yang minim. Petani terpaka menyewa jasa sumur pompa.

Seperti yang terlihat di Dusun Ngampel dan Dusun/Desa Gajah Kecamatan Ngoro, hampir semua petani menggunakan diesel untuk mengairi sawahnya, bahkan ada yang mengebor sumur baru untuk mendapatkan sumber air.

Yuli salah satu petani asal Dusun Gajah mengatakan, meski sudah beberapa hari kemarin turun hujan, namun intesitasnya masih sedang. "Memang sudah mulai musim hujan tapi jarang-jarang jadi masih sulit air," ungkapnya. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia