Kamis, 27 Feb 2020
radarjombang
icon featured
Events

9.600 Ibu dan Anak PAUD Se Jombang Ikuti Apresiasi Finger Print

19 Januari 2020, 16: 50: 15 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sebanyak 9.600 ibu dan anak mengikuti apresiasi finger print alias mewarnai dengan jari di halaman Pemkab Jombang.

Sebanyak 9.600 ibu dan anak mengikuti apresiasi finger print alias mewarnai dengan jari di halaman Pemkab Jombang.

Share this      

JOMBANG – Sebanyak 9.600 ibu dan anak mengikuti apresiasi finger print alias mewarnai dengan jari di halaman Pemkab Jombang, kemarin (19/1). Mereka berasal dari 540 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Jombang. 

Hadir dalam kegiatan ini GM Radar Jombang M Nur Kholis, Bupati Mundjidah Wahab, Kepala Dinas P dan K Agus Purnomo serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

“Event ini sudah ke-4 kita gelar bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Jombang,” kata Ketua Himpaudi Jombang, Tita Aniqowardani. Dijelaskan, dalam materi PAUD ada tema komunikasi. Termasuk didalamnya untuk mengenalkan televisi, radio, telepon dan koran. “Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa berkreasi dan mengenal media koran,” tuturnya. 

Sejumlah peserta menunjukkan hasil karyanya.

Sejumlah peserta menunjukkan hasil karyanya.

Gambar yang diwarnai ada di koran. Kegiatan bertema hari ibu, perempuan berdaya Indonesia maju, dinilai efektif mengembangkan pertumbuhan sensorik motorik anak. Sekaligus membangun harmonisasi antara anak, guru dan orang tua. Serta membentuk karakter anak. “Anak PAUD yang berusia 3-5 tahun sangat  membutuhkan ini,” tuturnya. Kerjasama ibu dan anak mewarnai dengan jari sangat positif untuk membangun kedekatan. Banyak penelitian menunjukkan, anak yang masa kecilnya dekat orang tua ketika dewasa memiliki kecerdasan emosi dan akademik lebih baik.

Tita juga menyampaikan terimakasih kepada bupati yang telah menaikkan insentif guru PAUD. Dari Rp 600 ribu menjadi Rp 880 ribu per bulan. “Mudah-mudahan bisa dibulatkan menjadi Rp 1 juta,” ujarnya disambut tawa hadirin termasuk Bupati Mundjidah.

General Manajer Jawa Pos Radar Jombang, M Nur Kholis, menyambut positif kerjasama dengan Himpaudi. “Kami berterima kasih  karena telah dipercaya ikut mendukung event ini.  Kepercayaan itu sangat penting dalam bisnis kami,” ucapnya. Selain fokus dicetak, saat ini Jawa Pos Radar Jombang juga eksis di media sosial dan online. 

“Tidak menutup kemungkinan ke depan kita juga bikin radio dan televisi,” bebernya. Kholis menyampaikan, dalam pemberitaan terkadang ada kritikan. “Kritikan itu ibarat obat yang justru membawa kebaikan,” tandasnya.

Bupati Mundjidah mengapresiasi event tersebut. Dia mengatakan, Jawa Pos Radar Jombang adalah satu-satunya koran yang dia baca.”Sebelum kesini tadi saya sudah baca Radar. Anak-anak sejak kecil perlu tahu apa itu koran,” ungkapnya. Dengan melihat foto yang menarik di koran beserta berita-beritanya, diharapkan muncul kecintaan dalam diri anak. Khususnya untuk cinta membaca dan menulis. 

Mundjidah menyebut kegiatan tersebut juga memiliki manfaat silaturahim. “Saya baru saja keliling kementerian. Nanti akan ditindaklanjuti dengan kepala organisasi perangkat daerah yang ketemu dengan perwakilan kementrian,” ungkapnya. Melalui silaturahmi, diharapkan Jombang memperoleh program-program yang tidak didanai APBD. Melainkan didanai oleh kementrian terkait.

Ke depan, kata Mundjidah, akan memperbanyak program pelatihan usaha bagi kelompok-kelompok masyarakat. “Untuk meningkatkan pendapatan, guru PAUD nanti bisa bikin kelompok untuk dilatih usaha,” urainya. Selain mengajar, guru bisa wirausaha. Misalnya membuat kue, abon maupun keripik lele.

Mundjidah menjelasakan, alokasi dana desa (ADD) bisa diperuntukkan pelatihan wirausaha. “Alokasi ADD untuk pengembangan usaha bisa 30 persen. Sekarang baru 11 persen. Nanti akan dinaikkan menjadi 20 persen,” paparnya. Guna mengurangi kemiskinan dan pengangguran. “Kalau 20 persen sudah jalan, nanti bisa kita naikkan lagi,”  bebernya.

Sementara itu Kepala Dinas P dan K Agus Purnomo berharap event serupa bisa rutin digelar setiap tahun. “Manfaatnya sangat banyak. Diantaranya untuk silaturahim serta meningkatkan kreatifitas anak,” ujar dia. Terlebih selain lomba juga ada penampilan kreasi tari maupun lagu dari anak-anak. Hal ini sangat positif melatih keberanian sekaligus kepercayaan diri anak. (*)

(jo/jif/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia