alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Kalangan DPRD Juga Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pencabulan Santri

09 Januari 2020, 12: 59: 06 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ratusan masa pengunjuk rasa dari berbagai organisasi mengecam kasus pencabulan agar segera diusut.

Ratusan masa pengunjuk rasa dari berbagai organisasi mengecam kasus pencabulan agar segera diusut. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Kalangan dewan mendukung aksi demo Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual, yang menuntut kepolisian mengusut tuntas kasus pencabulan yang dilakukan MS, salah satu tokoh di kawasan utara Brantas. 

”Kami setuju dengan tuntutan mereka,” ujar M Syarif Hidayatulloh, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang kemarin (8/1). Menurutnya, masyarakat harus tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sembari menunggu proses penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian. ”Karena proses hukum belum selesai,” tambahnya.

Menurut Ketua DPC Partai Demokrat ini, dorongan publik yang semakin kuat harus segera direspons pihak kepolisian dengan memanggil tersangka. Mengusut kasus pencabulan secepat mungkin agar tidak berlaru-larut. ”Harus segera dituntaskan, apalagi dorongan publik sudah semakin memanas,” jelas dia.

Lebih dari itu, dia merasa prihatian mengenai maraknya kasus kekerasan seksual yang belakangan kerap terjadi di Jombang. Baru-baru ini AS, 21, warga Kecamatan Jogoroto juga sudah meringkuk di sel tahanan Mapolres Jombang. Setelah dirinya dilaporkan atas dugaan pencabulan terhadap ZS, 3, yang tak lain keponakannya sendiri.

”Ini kan sangat memprihatinkan. Kabupaten Jombang sudah mendapat predikat kabupaten layak anak. Dengan kasus ini telah mencoreng predikat kita,” terangnya. Mengaca dari pelaku pencabulan yang sudah ditahan inilah  dia berharap kepolisian tidak tebang pilih. Artinya, siapapun menjadi tersangka kekerasan seksual harus cepat ditahan dan diproses sesuai perundang-undangan yang berlaku. 

”Kasus cabul Ploso dan di Jogoroto sebenarnya tidak ada bedanya. Oleh karena itu, kepolisian harus segera mengusut tuntas dan melakukan penahanan,” pungkas pria yang akrab disapa Gus Sentot ini. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia