alexametrics
Sabtu, 04 Apr 2020
radarjombang
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah

Perbaikan Cor Jalan Nasional Tak Jelas, PPK Bakal Tolak Serah Terima

31 Desember 2019, 13: 48: 15 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Salah satu titik cor Jalan Soekarno Hatta di Peterongan yang mengalami kerusakan.

Salah satu titik cor Jalan Soekarno Hatta di Peterongan yang mengalami kerusakan. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Sehari menjelang tutup tahun, penanganan kerusakan cor jalan nasional belum dilanjutkan. Hingga kemarin (30/12), kerusakan masih nampak di sejumlah titik mulai Jl Soekarno-Hatta hingga Kecamatan Peterongan.

Di Jalan Soekarno-Hatta misalnya, hampir seluruh kerusakan jalan belum ditangani. Baik lubang di tengah maupun di pingir jalan serta retakan yang memanjang. Ada lebih dari 10 titik kerusakan di ruas jalan ini. “Mulai dari sini sampai Peterongan rusaknya hampir sama,” kata Septian salah seorang pengguna jalan.

Sementara di Kecamatan Peterongan, meski sudah ditambal aspal, beberapa kerusakan masih ada. Cor yang berlubang nampak di beberapa titik. Kondisi cor ditambal aspal pun sebagian juga sudah rusak. “Seperti tidak menyatu antara cor dengan aspal, ada yang renggang jadinya ada lubang lagi,” imbuh dia kemudian melanjutkan perjalanan. 

Di lokasi itu sebelumnya sudah dilakukan penanganan tambal aspal. Karena itu, jalan yang dibangun tahun lalu itu pun nampak belang, antara aspal dengan cor. “Kalau tidak salah sudah tiga mingguan,” sahut Sugik salah seorang warga di depan Pasar Peterongan.

Dikonfirmasi hal ini Sriyanto Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Preservasi Jalan Kertosono, Jombang, Mojokerto, Gempol, dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) mengakui bila belum ada kelanjutan terkait penanganan kerusakan cor jalan nasional. 

“Kemarin sudah saya sampaikan kepada kontraktor, mau dan masih bisa menyelesaikan,” katanya melalui sambungan selulernya. Jika hingga tutup tahun tetap tidak ada perubahan, maka pihaknya tidak akan menerima serah terima. “Sekarang posisinya belum Final Hand Over (FHO) atau serah terima akhir, masih tanggungan kontraktor. Kalau pun sampai akhir tahun tidak ada penanganan, untuk FHO tidak saya teken,” imbuh dia. 

Informasi yang dia terimanya, pihak rekanan tidak segera menindaklanjuti kerusakan jalan lantaran masih banyak pekerjaan di ruas lain. “Katanya kemarin sambil jalan, akhirnya diaspal,” beber dia. Kerusakan yang ada di jalan cor itu sebelumnya sudah ditangani, tapi ditambal aspal dan belum seluruhnya. 

“Lanjutannya ini yang belum. Jadi pakai aspal, kalau pakai beton dikhawatirkan terkelupas. Karena sifat beton tidak bisa menyatu antara perkerasan lama dengan yang baru,” pungkas Sriyanto. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia