alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radarjombang
Home > Hukum
icon featured
Hukum

Kasus Dugaan Pencabulan Santri, Dewan Sebut Publik Ingin Segera Tuntas

26 Desember 2019, 13: 27: 47 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Wakil Ketua DPRD Jombang Farid Al Farisi menyampaikan paparan dalam kegiatan reses.

Wakil Ketua DPRD Jombang Farid Al Farisi menyampaikan paparan dalam kegiatan reses. (Azmy Endiyana/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG -  Penanganan kasus dugaan kekerasan seksual yang menjerat MS, salah satu tokoh masyarakat di wilayah utara Brantas menjadi tersangka kembali menjadi perhatian kalangan anggota DPRD. Berharap kepolisian bisa segera menuntaskan proses penyidikan kasusnya.

”Ya tentu kami mendorong pihak kepolisian untuk segera menuntaskan kasus ini, secepatnya,” ujar Farid Al Farisi, Wakil Ketua DPRD Jombang kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin. 

Pria yang kerap disapa Gus Farid ini mengungkapkan, kasus ini juga sudah menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Jombang, termasuk pondok pesantren. Sehingga, publik tentunya juga ingin segera mengetahui kejelasan kasusnya,  apakah memang pelaku bersalah atau sebaliknya? ”Jika memang kasus itu benar adanya, ya harus segera dilakukan proses agar ada kejelasan hukum,” tegasnya. 

Dirinya juga meminta, apabila tindakan pelaku terbukti bersalah, maka tindakan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, sesuai dengan undang-undang yang berlaku. ”Agar permasalahan ini juga tidak menimbulkan fitnah apabila kasus ini ternyata tidak benar,” ungkapnya. 

Menurutnya, jika penanganan kasusnya berlarut-larut, tentunya kasihan pihak korban. ’’Dengan status menetapkan tersangka, artinya penyidik sudah memiliki alat bukti yang cukup,’’ urainya.

Adanya kasus ini juga sudah membuat nama baik Jombang yang notabene dikenal Kota Santri bisa tercemar. Sehingga, dirinya meminta agar segera ada kejelasan dalam penanganan kasusnya. ”Ya memang menjadikan nama Jombang sebagai kota santri bisa tercemar. Kita percaya kepolisian bisa bekerja secara profesional menuntaskan kasus ini,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Satreskrim Polres Jombang terus menyempurnakan pemberkasan kasus dugaan pencabulan dengan tersangka MS, tokoh masyarakat Utara Brantas. Saat ini masih fokus memeriksa saksi-saksi sebelum memeriksa tersangka.

”Kita masih proses terus, kita tetap memeriksa saksi-saksi, melengkapi alat bukti,” ujar Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan  kepada Jawa Pos Radar Jombang, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Jumat (20/12), penyidik sudah menerbitkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) kepada pihak korban. Hal ini dibenarkan Palupi Pusporini, sekretaris aliansi kota santri lawan kekerasan seksual kemarin. ”Sudah ada SP2HP lanjutan dari penyidik. Sementara belum bisa kita sampaikan, sebab akan kita kaji lebih dulu bersama aliansi,” terangnya. (*)

(jo/yan/mar/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia