Senin, 23 Sep 2019
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

Rica-Rica Biawak, Kuliner Ekstrim Khas Masyarakat Utara Brantas

09 September 2019, 18: 27: 43 WIB | editor : Binti Rohmatin

Rica-rica biawak yang sudah siap dinikmati

Rica-rica biawak yang sudah siap dinikmati (FOTO: MARDIANSYAH TRIRAHARJO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

Share this      

JOMBANG, Radar Jombang - Wilayah utara Brantas sejak dulu memang dikenal sebagai tempatnya kuliner ekstrim. Selain belalang, bekicot, dan katak hijau yang banyak dijual di berbagai warung. Ada pula menu kuliner ekstrim lain yaitu rica-rica biawak.

Menu ini bisa didapatkan di warung milik Sesta Linggara, 25, di Jalan Raya Kabuh-Tapen, Dusun Panemon, Desa Bakalanrayung, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang. Rasa utamanya adalah pedas gurih, dan tak hanya digandrungi warga utara Brantas namun juga dari luar daerah.

Biawak yang diolah menjadi rica-rica adalah dagingnya, sedangkan kulit diolah menjadi keripik. Harga makanan ini cukup terjangkau. Satu porsi rica-rica biawak ditambah nasi dan es teh, hanya Rp 20 ribu. “Daging biawak dikirim dari Ngimbang Lamongan, disana ada pengepul daging biawak yang sudah siap olah,” kata Sesta kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Setiap dua hari sekali, ia mendapat kiriman sebanyak 10 kilo daging biawak siap olah. “Jadi yang datang bukan biawak hidup, tapi sudah potongan dan siap masak. 10 kilogram itu rata-rata habis dalam dua hari,” imbuhnya. Dalam proses memasak, daging biawah diracik dengan bumbu tradisional yang kaya rempah.

“Bumbunya mulai dari bawang merah, bawang putih, serai, kunyit, daun jeruk, dan rempah lainnya,” lanjutnya. Lama memasak kurang lebih 30 menit, lumayan lama karena daging biawak harus benar-benar matang agar lunak saat dimakan. Karena dimasak rica-rica, kuahnya tak begitu banyak. Jika dilihat dari fisiknya, biawak memang terlihat menjijikkan.

Bentuk reptil penunggu sungai ini memiliki nama latin ‘Varanus Albigularis’. Sepintas agak mirip kadal, hanya saja warnanya hitam kelam dengan bintik putih. Namun meksi begitu, ternyata pelanggan rica-rica biawak cukup banyak dan beragam profesi. Mulai dari aparatur pemerintah, sopir truk, petani, hingga kalangan muda mudi.

Rica-rica biawak buatan Sesta bahkan pernah dibawa beberapa pelanggan ke Sulawesi untuk merantau. Ia sendiri menekuni usahanya kurang lebih 5 tahun lalu, bersama kedua orang tuanya. ”Dulu memang niatnya buka usaha warung, dengan menu makanan ekstrim,” imbuhnya.

Tak hanya olahan biawak, warungnya juga menjual berbagai macam olahan bekicot, katak hijau, mentok, belut, dan ikan gabus. Namun yang bertahan hingga saat ini, adalah menu olahan biawak, bekicot, dan mentok. (*)

(jo/mar/bin/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia