Senin, 18 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Jombang Banget

Diserbu Knalpot Stainless, Perajin Knalpot Sambong Terkendala Alat

31 Agustus 2019, 11: 26: 32 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Aktivitas perajin di bengkel knalpot sepanjang Jalan Brigjen Kretarto Jombang.

Aktivitas perajin di bengkel knalpot sepanjang Jalan Brigjen Kretarto Jombang. (Achmad RW)

Share this      

JOMBANG, Radar Jombang – Sejumlah bengkel knalpot di Sambong ternyata juga pernah mengalami masa keemasan. Namun kini, sejumlah perajin harus berjuang lantaran terkendala alat ketika bersaing dengan produksi knalpot jenis stainless.

Agus Yuli menyebut, masa-masa bisnis ini cukup menggiurkan adalah diantara 2015 ke bawah. Kala itu, ia menyebut mampu menjual puluhan knalpot jadi setiap hari. Dan tak banyak syarat khusus untuk knalpot yang laku.

“Waktu itu musim trendnya knalpot brong, waktu itu kita panen lah pokoknya. Bahkan kalau dekat tahun baru atau momen tertentu 150 knalpot bisa habis sehari. Karena kan harganya murah, penggunanya juga banyak waktu itu,” kenangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Namun bergantinya peraturan tentang kendaraan hingga trend ikut menggeser rejekinya ini. Sejak  2015, penjualan knalpot jenis brong  nyaris mati. “Kalau sekarang ya sudah tidak ada, kalaupun ada itu buat yang modif saja, tidak dipakai di jalan biasanya. Dan jumlahnya tidak banyak,” imbuh pria yang sudah membuka bengkel knalpot sejak 2002 ini.

Terlebih, bisnis knalpot ini memang sangat bergantung pada model dan trend modifikasi. Menurut Yuli, kini yang sedang jadi trend adalah jenis knalpot berbahan stainless. Sedangkan untuk knalpot ini ia dan hampir seluruh bangkel di sambong belum bisa membuatnya sendiri.

“Kalau stainless kita masih terpaksa mendatangkan dari Purbalingga. Kita belum sanggup bikin mas, pengelasannya kan butuh las argon, itu mahal kita belum punya selain itu bahannya juga mahal. Kalau sana (Purbalingga) kan memang sudah sentranya, jadi bahan murah di sana,” ucap bapak tiga anak ini.

Selain hanya bisa pasrah, ia juga berharap Pemkab Jombang mau untuk membantu promosi usaha mereka ini serta dukungan yang mumpuni. “Ya tentu kalau kami dapat dukungan penuh kayak di Purbalingga akan sangat senang, karena kualitas kita sebenarnya juga tidak berbeda kok asal punya alat,” pungkasnya. (riz)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia