Minggu, 19 May 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Aliran Air di Dam Yani Sumobito Terganggu Sampah Kayu yang Menyangkut

11 April 2019, 10: 35: 53 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sejumlah warga berupaya membersihkan sangkrah yang menyangkut di dam Yani agar aliran air kembali lancar.

Sejumlah warga berupaya membersihkan sangkrah yang menyangkut di dam Yani agar aliran air kembali lancar. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Pantauan Dam Yani Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang proses membuka salah satu pintu bendungan tak berjalan optimal kemarin (10/4). Ini terjadi setelah banyaka material kayu dan ranting pohon tersangkut pada pintu bendungan. Pintu yang harus segera dibuka pun menunggu hingga setengah jam. 

Komsidi Mantri yang bertugas di Dam Yani mengungkapkan, seluruh pintu yang ada di bendung itu harus dibuka semua. “Ada 13 pintu sudah kita buka,’’ katanya usai membersihkan material. Dia tak menampik proses membuka pintu bendungan butuh waktu lama, lantaran banyak material yang nyangkut di pintu bendungan. 

’’Kendala kita sebenarnya banyak, seperti ini sampah dan sebagainya harus dibersihkan dulu. Ada kayu, potongan bambu, sampah dan kangkung,’’ imbuh dia. Selain itu, lanjut Komsidi, proses pembersihan dilakukan dengan  menggunakan alat seadanya. ’’Di sini sampai sekarang tidak ada pengaman, seperti pelampung, atapun senso (mesin pemotong). Ini tadi hanya pakai sabit, memang beda dengan Dam Balongsono ataupun Dam Slumbung, alatnya sudah lengkap semua,’’ tutur dia. 

Karena memakai alat seadanya proses pembersihan berjalan lama. ’’Kalau banyak seperti ini bisa 1-2 jam baru selesai. Jadi tergantung yang nyangkut kalau banyak jelas lama,’’ sambungnya. Tak hanya itu, untuk buka tutup pintu dam juga masih dilakukan manual. Dari 13 pintu yang ada, disebutkan 5 diantaranya masih manual. 

’’Ini yang masih pakai balok kayu, jadi agak lama kalau buka. Lainnya sudah pakai alat,’’ beber dia. Meski Sungai Ngotok Ringkanal kewenangan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas, menurutnya petugas yang berjaga dari pemkab dan BBWS Brantas. Lokasinya juga berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto. ’’Semua sungai larinya kesini, termasuk Kali Gunting dan Jombang Barat itu kesini. Kemudian ke Mojokerto,’’ beber dia. 

Kendati begitu, di bendungan itu tak bisa mengukur debit air Ngotok Ringkanal. Buka tutup pintu dam juga bergantung pada dam lainnya. ’’Soalnya dari dulu itu tidak ada alat ukur. Pokoknya kita buka saat ada informasi dibuka. Ukurannya dari dam lain, baik dam Balongsono, Slumbung, Kedunglumpang maupun Catakgayam. Begitu ada informasi dibuka, air belum sampai sini pintu sudah dibuka,’’ pungkasnya. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia