Senin, 26 Aug 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Banjir Akibat Luapan Air Sungai Gude Ploso Meluas Hingga Tembelang

11 April 2019, 10: 21: 51 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Permukiman warga Desa Mojokrapak dan Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang yang juga tergenang air akibat luapan air sungai Gude Ploso.

Permukiman warga Desa Mojokrapak dan Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang yang juga tergenang air akibat luapan air sungai Gude Ploso. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Banjir akibat luapan sekunder Gude-Ploso juga berdampak ke beberapa desa di Kecamatan Tembelang. Seperti terlihat di Desa Mojokrapak dan Desa Pesantren, kemarin (10/4). Luberan air juga menggenangi pemukiman warga sejak pagi dan bertahan hingga sore hari. 

Pantauan di Desa Mojokrapak, air terlihat menggenang di dua  dusun, yakni Dusun Ngledok dan Dusun Krapak. Air di kedua dusun ini terpantau mulai menggenang sejak Rabu (10/4) pagi. Setelah malam sebelumnya hujan deras mengguyur. “Tahunya air mulai masuk ke jalan pagi tadi. Awalnya memang kecil, genangannya sekitar 10-20 centimeter, tidak sampai melebar,” terang Wawan, warga Dusun Ngledok.

Tak hanya itu, air juga terlihat menggenangi dua gang di Dusun krapak dengan ketinggain yang bervariasi. Bahkan hingga sore kemarin, air yang menggenang di beberapa dusun ini terus mengalami kenaikan. Jika sejak pagi air hanya menggenangi jalan, mulai siang kemarin air mulai meninggi, bahkan masuk ke beberapa rumah warga. 

“Siang tadi mulai masuk, yang tadinya 20 centimeter jadi 40 centimeter, ada juga yang sampai setengah meter, dan kayaknya memang masih terus naik, mungkin sampai malam nanti,” lanjutnya. 

Kendati demikian, ia menyabut warga tak terganggu dengan kondisi banjir lantaran dianggap biasa. “Memang langganan, semoga segera surut,” pungkasnya. Sementara di Desa Pesantren, air terpantau menggenang setinggi sekitar 30 centimeter di Dusun Kedunglempuk. Lokasi dusun yang berada di pertemuan antara saluran Gude-Ploso dan sungai Ngotok Ring Kanal hingga kemarin sore juga mulai tergenang.

“Tadi pagi lapangan dan sawah saja yang kelihatan banjir, sekarang sudah masuk kampung, cuma belum menggenang ke rumah. Semoga langsung bisa surut setelah ini,” celetuk Ali, salah satu warga di lokasi. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia