Senin, 26 Aug 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Tak Bisa Masak Akibat Banjir, Warga Pulo Lor Andalkan Bantuan Makanan

11 April 2019, 09: 48: 09 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Sejumlah relawan membuat dapur lapangan di kantor Kadin Jombang untuk menyediakan bantuan makanan kepada masyarakat korban banjir.

Sejumlah relawan membuat dapur lapangan di kantor Kadin Jombang untuk menyediakan bantuan makanan kepada masyarakat korban banjir. (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Ribuan warga  Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang dikepung air. Banjir yang tak surut-surut itu membuat warga tak leluasa beraktifitas. Termasuk sulit memasak, lantaran dapurnya terendam.

Sore itu,  sejumlah gang di wilayah Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang tampak lain dari biasanya. Suasana keceriaan anak-anak yang biasanya larut dalam permainan sambil menunggu magrib tak muncul lagi.

Terlihat raut wajah lelah dan lesu warga sambil memandangi genangan air di dalam rumahnya yang tak kunjung surut. Wajar saja, ternyata sejak pukul 02.00 dini hari kemarin, warga sudah tidak bebas lagi beraktivitas lantaran banjir yang melanda wilayahnya.

Tak tanggung-tanggung, ketinggian air yang menggenangi wilayah pemukiman perkotaan ini, mulai dari sedang hingga parah. ”Rata-rata ketinggian air, antara 1 meter-1,5 meter, khususnya di tiga dusun, salah satunya Dusun Gentengan,” terang Stevie Maria, salah satu petugas BPBD Jombang ditemui di lokasi banjir.

Saking tingginya air, warga pun harus bersusah payah mengevakuasi barang-barang berharganya ke tempat yang lebih aman. ”Awalnya hanya sebagian wilayah saja terdampak, semakin siang semakin meluas. Volume air juga semakin tinggi,” bebernya.

Selain tidak bisa menggunakan dapurnya untuk memasak, akses kendaraan warga keluar juga lumpuh lantaran tingginya air yang menggenangi permukaan jalan. Tidak sedikit pengendara motor yang terjebak dalam genangan air dan seketika mesin motornya mogok.

Tak ingin, kejadian terus terulang, petugas dan relawan mengambil inisiatif menutup akses jalan dengan memasang palang pintu dari bambu.

Terhitung sampai dengan sekitar pukul 17.00, sudah belasan jam warga terisolir di dalam rumah. Kondisi ini mendapat perhatian khusus dari Pemkab Jombang, melalui Dinas Sosial dan BPBD. ”Ketinggian air rata-rata satu meter bertahan dari pukul 02.00 hari sampai sore, akhirnya kita putuskan perlu mendirikan dapur umum untuk warga,” bebernya.

Pantauan di lokasi, rabu (10/4) sekitar pukul 16.00, sejumlah petugas gabungan BPBD dan Dinsos dibantu relawan nampak sibuk menyiapkan makanan untuk korban terdampak banjir.

Petugas pun harus bekerja ekstra, lantaran sesuai data yang dikantongi sementara, jumlah warga di wilayah Desa Pulo Lor yang terdampak banjir mencapai ribuan orang. ”Laporan sampai dengan sore ini tadi, jumlah warga terdampak sekitar 3.500 jiwa, untuk wilayah Pulo Lor saja,” sambung M Saleh, kepala Dinas Sosial di lokasi dapur umum.

Terlihat sejumlah relawan sibuk menanak nasi dalam beberapa tungku besar. ”Untuk kebutuhan makan warga, malam ini kami back up, nanti setelah siap, kita gerakkan tim semua distribusikan ke rumah-rumah warga,” bebernya.

Tidak hanya warga Desa Pulo Lor, nantinya dapur umum juga bisa mengakomodir warga terdampak di wilayah lainnya. ”Sementara kita sentralkan di sini, untuk back up semua. Besok, setelah malam ini, kita akan terus lakukan evaluasi terkait penanganan banjir,” singkatnya. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia