Minggu, 19 May 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Dinas Perkim Jombang Sebut Banjir Dalam Kota Akibat Saluran Air Penuh

11 April 2019, 09: 37: 57 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi banjir di Dusun Gentengan Desa Pulo lor Kecamatan Jombang kemarin.

Kondisi banjir di Dusun Gentengan Desa Pulo lor Kecamatan Jombang kemarin. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG - Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang mengklaim banjir yang melanda Jombang lantaran disebabkan selain faktor cuaca juga air saluran penuh. Hingga mengakibatkan drainase tak bisa berjalan maksimal.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Jombang Heru Widjajanto melalui Joko Murcoyo Kabid Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum mengungkapkan, hasil evaluasi yang dilakukan, ada beberapa faktor membuat area dalam kota sebelumnya sempat terjadi banjir. 

’’Jadi kemarin itu sudah kita evaluasi, penyebabnya karena curah hujan tinggi. Kemudian sungai di Jombang kota itu penuh semua, sehingga yang di drainase belum bisa masuk, harus antre,’’ kata Joko dikonfirmasi kemarin (10/4).

Karena harus bergantian lanjut Joko, membuat air pada drainase tak bisa langsung lari ke saluran terdekat. ’’Kalau sungai surut, air itu pasti hilang. Ini tadi saya juga memantau mulai dari Tembelang juga penuh, kemungkinan akan sama,’’ imbuh dia.

Beberapa titik di antaranya yang membuat drainase tak berjalan maksimal, Jalan RE Martadinata notabene jadi langganan. Menurut Joko penyebabnya juga sama. ’’Hampir sama semua, karena sungai penuh. Terutama di Dusun Gentengan (Desa Pulolor) itu juga ada kendala,’’ tutur joko.

Ini setelah saluran yang semula berfungsi untuk irigasi menjadi saluran pembuang. ’’Fungsi saluran itu sekarang yang sulit, memang kewenangan pengairan tapi dampaknya juga ke drainase,’’ beber dia.

Kendati begitu menurut Joko, drainase yang sebelumnya tak berfungsi  maksimal akan dilakukan perbaikan. Beberapa di antaranya di Jalan RE Martadinata, Jl Kusuma Bangsa, Jl Pahlawan, Jl Buya Hamka dan Jalan Kemuning serta Jalan KH Mimbar serta Jalan Seroja. ’’Sebenarnya kegiatan lanjutan tahun lalu, sudah ada perencanaan. Untuk tahun ini melanjutkan, memang yang ditangani itu di hilir terlebih dahulu. Istilahnya dari bawah baru kemudian ke atas,’’ pungkas Joko.

yang menggenangi sepanjang aliran sungau gude-Ploso dan Ngotok Ring Kanal rabu kemarin diprediksi bakal terus meluas. Terlebih lantaran hingga sore kemarin air di hulu masih terpantau terus naik.

Dihubungi terpisah, Kasi Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Jombang Gunadi menyebut kondisi banjir memang diprediksi akan terus menjalar sepanjang aliran sungai. ’’Kalau   sekarang masih di wilayah selatan, mungkin malamnya  akan mulai bergerak menuju utara. Artinya semakin menuju hilir, terdampak banjir meluas,” terangnya.

Terlebih, hingga sore kemarin, debit air di beberapa titik  masih terus naik. ’’Pantauan teman-teman sampai siang tadi di hulu Gude-Ploso sebenarnya sudah terhitung normal, Cuma mungkin kalau ada tambahan debit lagi sore ini, tentu akan menambah tinggi, dan otomatis dampaknya juga akan makin luas,” lanjutnya.

Jika benar nantinya banjir akan meluas, dirinya menyebut sejumlah tempat yang biasa jadi langganan banjir lanjutan akan terdampak. Seperti beberapa desa di bantaran Ngotok Ring Kanal, sepanjang Kecamatan Peterongan dan Sumobito.

“Ya memang kemungkinan air bisa datang malam hari juga, misal di Tugusumberejo Peterongan, Trawas Kecamatan Sumobito, dan biasanya nanti puncaknya akan kumpul di Madyopuro sebelum nanti masuk ke Dam Yani,’’ pungkasnya. (*)

(jo/riz/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia