Senin, 22 Jul 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Sungai Gude Ploso Meluap, Ratusan Rumah Dalam Kota Kebanjiran

11 April 2019, 09: 34: 17 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi banjir di Dusun Gentengan Desa Pulo lor Kecamatan Jombang kemarin.

Kondisi banjir di Dusun Gentengan Desa Pulo lor Kecamatan Jombang kemarin. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Hujan deras semalaman membuat ratusan rumah di wilayah Jombang kota terendam banjir. Ini terjadi di sejumlah wilayah mulai Dusun Gentengan gang IV dan V, Desa Pulolor hingga Perumahan Sambong Permai, Perumahan Astapada Indah dan Perumbahan Tambakrejo Asri. Akibatnya ada ribuan  rumah yang terendam sepanjang hari kemarin. 

Pantauan di Dusun Gentengan ada ratusan rumah yang terendam. Genangan air yang masuk ke rumah warga membuat aktifitas warga lumpuh total. Anak-anak di dusun setempat memilih bolos sekolah lantaran pakaian dan peralatan sekolah terendam air. Begitu juga para orang tua hanya bisa duduk duduk sembari menunggu air surut.  

Fikri Ali Akbar, 20, warga Desa Pulo Lor mengatakan, sebelum banjir melanda wilayah setempat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Mulai 23.00 malam hingga 04.00 pagi. ”Hujannya deras mulai jam 23.00 hingga subuh tadi,’’ ujar dia kemarin.

Akibat dari banjir itu, warga mengaku kesusahan. Sebagian bahkan tidak bisa bekerja lantaran jalan tidak bisa dilalui. ”Ketinggiannya ini tak sama. Di sebelah jalan raya se tingginya se betis orang dewasa, kalau ditengah-tengah sana makin dalam,’’ papar dia. 

Di Dusun Gentengan Gang IV sendiri, ada sekitar 70-an kepala keluarga (KK) yang terdampak. Itu belum termasuk Gang V yang dihuni puluhan warga lainnya. ”Kayaknya dampaknya sama. Karena di sana hingga ke barat juga ada ratusan rumah dan kondisinya juga banjir,’’ pungkasnya.

Sementara itu, pantauan di perumahan Sambong Permai, Desa Sambong kondisinya juga demikian. Ada puluhan rumah yang teredam banjir. Beberapa warga terlihat tak bisa beraktiftas seperti biasanya. Mereka lebih banyak membersihkan rumah mereka dari kotoran. Kondisi air pagi itu, sekitar se betis orang dewasa. ”Warga ya banyak yang tidak bekerja. Bahkan anak-anak banyak yang libur,’’ ujar Ferdi warga setempat. 

Warga menilai, banjir tidak hanya disebabkan saluran drainase yang tersumbat namun dari luberan sungai Gude Ploso yang melintas di sepanjang desa setempat juga membuat pemukiman warga tergenang. ”Ini juga dikarenakan airnya meluap,’’ pungkasnya.

Menurut warga lainnya, banjir kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Banjir kemarin begitu awet hingga malam, bahkan sejak sungai meluap pukul 05.00, ketinggian air meningkat.

Banjir kemarin juga menyebabkan Jl KH Wahab Chasbullah,  sempat tersendat, menyusul luberan sungai di pinggir jalan raya. Sejumlah jembatan menuju rumah warga, terlihat tertutup air. Bahkan air meluber hingga jalan raya.

’’Kalau tahun-tahun lalu, tiga atau empat langsung surut. Tetapi sekarang mulai pagi air terus meninggi. Terhitung lebih dari 14 jam air air tak mau surut,’’ ujar Firdaus, salah satu warga Tambakrejo.

Lokasi Perumahan Astapada dan Tambakrejo yang lebih rendah dari permukaan sungai, menyebabkan perumahan ini selalu langganan banjir. Bahkan air yang datang dari arah selatan (Sambong) di areal persawahan menyebabkan air menggenangi perumahan. ’’Air dari selatan terus bertambah. Sementara sungai sudah penuh. Akibatnya air sulit bergerak,’’ ujarnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia