Minggu, 19 May 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Baru Diresmikan Minha Sudah Rusak, Komisi D DPRD Jombang Meradang

10 April 2019, 13: 10: 19 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Plafon Museum Islam Indonesia Hasyim Asyari (Minha) yang jebol.

Plafon Museum Islam Indonesia Hasyim Asyari (Minha) yang jebol. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

JOMBANG – Komisi D DPRD Jombang sangat menyesalkan adanya kerusakan plavon Minha yang baru diresmikan beberapa bulan terakhir. Selain masih baru, kerusakan terlihat sangat tidak pantas sehingga harus segera diperbaiki. 

“Apapun sebabnya, kerusakan itu sangat tidak pantas untuk bangunan semegah itu, bernilai anggaran besar serta baru,” ucap Sentot, sapaan akrab M Syarif Hidayatullah, Ketua Komisi D DPRD Jombang, kemarin. 

Meski cukup mengapresiasi langkah cepat BPCB dalam hal penilain, namun ia geram jika faktanya masih ditemukan kerusakan di banyak titik. “Ini kan bangunan baru, sudah dananya besar, skala nasional pula, belum lengkap koleksinya kok ya sudah seperti itu. Ini harusnya jadi tamparan besar bagi provinsi yang dalam hal ini BPCB sebagai perawat bangunan,” lanjutnya.

Ia berharap, perbaikan total untuk semua kerusakan dan kendala kebocoran yang ditemukan dapat segera dilakukan. Bahkan ia akan mengupayakan pemanggilan terhadap BPCB, agar bisa membahas kerusakan lebih detail.

“Meski ini belum aset Pemkab Jombang, karena lokasinya di Jombang kita juga turut prihatin. BPCB mungkin juga perlu segera diajak ngomong, mulai perbaikan, kelanjutan pengisian serta kejelasan status pengelolaannya,” pungkas dia.

Sebelumnya, kondisi Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asyari (Minha) mulai rusak. Kerusakan terlihat di ruangan koleksi tradisi. Lokasinya berada di sisi lorong kanan jika pengunjung masuk dari pintu depan. Di ruangan paling depan di lorong ini, pojok ruangan nampak tak biasa. 

Susunan asbes sepanjang satu meter terlihat ambrol pada bagian ini. Di bawah asbes yang ambrol, air bekas rembesan juga terlihat berceceran dan menggenagi lantai. Sebuah timba berwarna merah terlihat diletakkan di bawah lubang menganga ini untuk menampung air yang mengalir.

Kepala BPCB Trowulan, Andi M Said menyebut sudah menerjunkan tim langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan. Hasilnya, banyak sisi bangunan yang ditemukan dalam kondisi bocor hingga rusak. Dari pengecekan itu, ia telah menyampaikan kepada pemegang aset i yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia