Minggu, 15 Dec 2019
radarjombang
icon featured
Berita Daerah

Berfungsi Sebagai Resapan Air, Taman Kebonratu Justru Selalu Tergenang

10 April 2019, 12: 59: 32 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Taman Kebonratu yang selalu tergenang air ketika musim hujan.

Taman Kebonratu yang selalu tergenang air ketika musim hujan. (Ainul Hafidz/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Taman Kebonratu di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan selalu menjadi langganan genangan air saat hujan. Tak heran, karena memang konsep awal untuk resapan air hujan.

Pemandangan berbeda terpampang pada RTH (Ruang Terbuka Hijau) Taman Kebonratu, kemarin (9/4) pagi. Ini terjadi setelah hampir seluruh lokasi taman jadi lokasi genangan air. Rumput hijau yang biasa menghiasi tak terlihat lagi. Yang ada justru air keruh kecokelatan menutup permukaan taman.

Pengunjung yang biasanya bersantai di area taman memilih cari tempat aman di pinggiran taman.  Ada yang duduk-duduk di sebelah timur atau dekat area parkir. Ada pula yang sekadar nongkrong di warung dekat monumen pesawat terbang.  

Hamdani salah seorang pengunjung menungkapkan, air yang menggenangi area taman membuat taman tak sedap dipandang. ’’Biasanya hijau-hijau sekarang berubah jadi cokelat. Kesannya kumuh,’’ kata dia kemarin.

Taman Kebonratu yang selalu ramai di akhir pekan, Sabtu-Minggu itu, selain digenangi air, beberapa fasilitas umum nampak mulai rusak. Di antaranya tempat duduk yang berada dekat taman sebelah timur, yang tak utuh lagi. 

’’Sudah tidak bisa dipakai, selain kena banjir papannya juga sudah tidak ada,’’ imbuh dia sembari menunjuk fasum itu. Fahmi salah seorang pedagang asongan menuturkan, selama musim hujan area taman itu selalu jadi tempat genangan air. ’’Pokoknya kalau sudah hujan, taman ini selalu banjir. Jadi nggak satu atau dua kali saja, selama ini sering,’’ sahut Fahmi. 

Untuk resapan yang berada sebelah timur juga demikian. Menurut Fahmi terkadang penuh air. ’’Kalau hujan deras biasanya resapannya full. Makanya banjir yang di taman surutnya agak lama,’’ papar dia.

Sementara itu, Kepala DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Jombang Yudhi Adriyanto melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau Mifathul Ulum tak menampik kondisi Taman Kebonratu selalu jadi genangan air saat musim hujan. ’’Jadi memang RTH di sana posisinya lebih rendah baik dengan saluran atau jalan. Jadi air tidak bisa keluar langsung,’’ kata Ulum. 

Untuk itu lanjut dia pihaknya sebelumnya membuat kolam penampungan air. Tujuannya untuk menampung air yang menggenagi area kolam. ’’Konsepnya dulu memang begitu. Makanya kita membuat embung itu, untuk menampung air yang ada di kawasan taman situ,’’ jelas Ulum. 

Kendati menjadi langganan genangan air kata dia, dalam hitungan jam air yang menggenangi taman berangsungur surut. ’’Jadi itu sifatnya sebentar, hanya hitungan jam kemudian air surut lagi,’’ ujarnya Ulum. (*)

(jo/fid/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia