Senin, 18 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Bupati Mundjidah Ingatkan Masyarakat Kabupaten Jombang Tak Golput

10 April 2019, 12: 15: 32 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Bupati Jombang Mundjidah Wahab

Bupati Jombang Mundjidah Wahab (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Coblosan Pemilu 2019 di Kabupaten Jombang tersisa 7 hari lagi. Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengimbau  masyarakat tak ada yang golput pada 17 April nanti. 

”Jadi kita ingin semua masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan datang ke TPS,’’ ujar Bupati Mundjidah Wahab, kemarin. Dalam berbagai kesempatan, ketika bertemu dengan masyarakat, Bupati mengaku sudah mengimbau masyarakat secara langsung untuk menggunakan hak pilihnya.

Baik saat menghadiri undangan pengajian, acara  di tingkat desa hingga turun ke bawah. ”Setiap hari saat saya turun (ke masyarakat) hal itu selalu saya ingatkan,’’ jelasnya. 

Dalam kesempatan itu, Mundjidah juga mengingatkan meski setiap orang memiliki pilihan yang berbeda, dia tidak ingin hal tersebut menjadi masalah yang menimbulkan perpecahan maupun permusuhan. Dia berharap masyarakat menggunakan hak pilih sesuai hati nuraninya. ”Jangan sampai menggunakan hak pilih atas paksaan. Apalagi karena politik uang. Kami mengimbau masyarakat menggunakan hak pilih sesuai hati nurani masing-masing,’’ tandasnya. 

Mundjidah juga mengimbau, kepada unsur aparatur sipil negara (ASN) untuk menggunakan hak pilihnya pada Rabu 17 April mendatang. Dia tidak ingin ada ASN yang golput. ”ASN memang tidak boleh terlibat politik praktis, namun ASN boleh menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara Indonesia. Untuk itu, saya minta jangan sampai golput,’’ teragnya. 

Meski sebagai bupati, dia mengaku tidak pernah meminta ASN untuk memilih calon tertentu. ”Ya memilih sesuai hati nurani. Serta keluarganya kan bebas untuk memilih calon pilihan mereka,’’ tegasnya. 

Bagaimana potensi politik uang? Mundjidah menjelaskan, terus melakukan komunikasi intensif dengan KPU, Bawaslu maupun unsur-unsur lain yang terlibat. Dia juga yakin jika peserta pemilu tak terkecuali caleg-caleg sudah dewasa, tidak menggunakan politik uang untuk memenangkan pencalonannya. ”Saya harap peserta pemilu juga dewasa, karena ini agenda lima tahunan saya kira mereka sudah paham,’’ pungkasnya. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia