Selasa, 22 Oct 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Tanggul Sungai Catak Banteng di Betek Mojoagung Semakin Kritis

10 April 2019, 11: 10: 29 WIB | editor : M Nur Kholis

Kondisi tanggul sungai Catak Banteng yang semakin kritis.

Kondisi tanggul sungai Catak Banteng yang semakin kritis. (M.Nasikhuddin/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG - Banjir juga menggenangi ratusan rumah warga di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung. Ini lantaran Sungai Catak Banteng tak mampu menampung volume air, sehingga meluber ke pemukiman warga.

”Sekarang sudah mulai surut mas. Tadi shubuh ketinggiannyasampai di atas lutut,” beber Hendrik, 37, salah satu warga. Hendrik menyebut, di wilayahnya sini tanggulnya banyak yang kritis. Kabarnya akan dibangun parapet, tapi sampai sekarang tidak jelas kapan dilaksanakan.

Selain menggenangi rumah warga, derasnya  sungai juga mengancam area pemakaman umum Desa Betek. ”Malah  sejumlah bangunan makam sudah hanyut terbawa arus. Makanya kami menagih, segera dibangunkan tanggul parapet,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi, setidaknya ada dua titik luberan Sungai Catak Banteng yang mengalir deras ke pemukiman warga. Saking derasnya air, ketinggian air bahkan mencapai di atas lutut orang dewasa. Sekitar pukul 07.30, genangan air berangsur-angsur mulai surut. 

Banjir juga merendam SMPN 1 Mojowarno. Bahkan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Kendati begitu, kegiatan belajar-mengajar tetap berlangsung. Karena pagi kemarin kondisi air sudah mulai surut. ”Saya mendapat informasi dari penjaga sekolah jam satu dinihari, air mulai meninggi,” ujar Budi Wiriyawan, Wakil Kepala SMPN 1 Mojowarno kemarin.

Diakuinya, untuk banjir tahun ini memang tidak separah tahun-tahun sebelumnya, yang sampai masuk ke dalam ruang kelas. Sehingga harus meliburkan kegiatan belajar mengajar.

”Melihat kondisi air yang sudah surut, hari ini kami tidak meliburkan,” bebernya. Karena memang, lanjut Budi saat ini kelas 9 sedang menghadapi ujian sekolah. Sehingga, ujian tetap berlangsung.

”Ujian juga tetap berjalan dengan lancar,” katanya. Karena, sudah rutin  mengalami  banjir, pihaknya sudah mengantisipasi menaruh jaringan komputer di tempat yang tinggi. Sehingga, apabila banjir datang, tidak merusak perangkat komputer. ”Sebentar lagi UNBK, kalau rusak kan susah nantinya,” tuturnya. (*)

(jo/naz/yan/nk/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia