Senin, 22 Jul 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Banjir Melanda Sebagian Wilayah Jombang, Paling Parah di Mojoagung

10 April 2019, 11: 02: 01 WIB | editor : M Nur Kholis

Kondisi banjir di Dusun Kebondalem, Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung ini paling parah.

Kondisi banjir di Dusun Kebondalem, Desa Kademangan Kecamatan Mojoagung ini paling parah. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Hujan deras semalamam membuat sejumlah desa di empat kecamatan di Kabupaten Jombang dilanda banjir, kemarin (9/4).  Kondisi paling parah terjadi di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung. Ketinggian air mencapai pundak orang dewasa. 

Pantauan di Dusun Kebondalem, Desa Kademangan tampak ratusan rumah dari arah balai desa direndam banjir. Meski ketinggian air  hingga pundak orang dewasa, tapi mereka tetap berada di rumah. Sejumlah anak-anak juga bolos sekolah karena seragam dan baju mereka terendam air. Beberapa warga  mengemasi barang barang berharga mereka dan disimpan di atas plafon. 

Banjir yang meremdam Desa Kademangan  ini tak membuat warga kaget, sebab peristiwa ini sudah terjadi bertahun-tahun. Bahkan, sejak awal Januari 2019 lalu sudah terjadi banjir di desa ini. 

Umar Yani, 54, warga setempat mengatakan, banjir mulai meredam rumah warga sekitar pukul 04.00. Sebelumnya tejadi hujan deras  sekitar pukul 02.00. ”Air sudah mulai naik ke jalan  menjelang subuh tadi, sejak itu masyarakat mulai berkemas dan mengamankan barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi,’’ ujarnya sembari membersihkan material yang dibawa banjir di dalam rumahnya. 

Umar  mengaku tak kaget dengan kejadian ini, sebab setiap tahun rutin  terjadi banjir. Dia menjelaskan, Dusun Kebondalam diapit dua sungai besar yakni Sungai Catak Banteng dan Sungai Pancir Gunting. ”Kalau keduanya, tidak mampu menampung air maka air akan meluap ke sini,’’ papar dia.

Dikatakan, banjir tidak hanya merendam wilayah Dusun Kebondalem tetapi juga merendam Dusun Kepunden. ”Di Kepunden malah parah. Disana hampir semua RT rumahnya terendam air,’’ jelas dia. 

Dia beserta keluarganya tidak memilih mengungsi, sebab, kondisi air pukul 08.30 kemarin sudah mulai surut. ”Tadi di ruang tamu saya selutut. Tapi sekarang sudah segini,’’ terangnya sambil memegang betisnya. 

Kepala Pelaksana BPBD Jombang Abdul Wahab menjelaskan, ada empat kecamatan di Jombang yang terdampak banjir. Diantaranya, Kecamatan Mojowarno, Kecamatan Mojoagung Sumobito dan Jogoroto. ”Yang di Kecamatan Mojowarno air sudah mulai surut. Namun yang paling parah adalah Kecamatan Mojoagung di Kademangan ini,’’ jelas dia. 

Dia mengatakan, banjir tidak hanya disebabkan hujan deras yang mengguyur semalam. Namun juga ada penyumbatan yang terjadi di sepanjang Sungai Pancir dan Kali Gunting. ”Kami akan segera ke sana untuk meninjau penyumbatan itu, yaitu ada barongan bambu yang menghalangi dam,’’ tegasnya. 

Wahab menegaskan, di Kabupaten Jombang ada 32 desa yang tersebar di 18 kecamatan kategori rawan banjir. ”Kami memetakan ada 32 desa, namun yang paling sering terjadi ini di Desa Kademangan ini,’’ pungkasnya.

meski rumah warga terendam banjir hingga ketinggian satu meter lebih, namun tak ada satupun warga yang mengungsi. Mereka memilih tetap tinggal dirumah sembari menjaga barang berharga mereka. 

Dihubungi terpisah, Kepala Dinsos Jombang M Saleh menjelaskan, pihaknya sudah mengimbau warga agar mengungsi di Balai Desa Kademangan, namun tidak ada warga yang mau. ”Kita sudah keliling ke rumah warga. Kita sudah sediakan perahu dan logistik lainnya. Namun sampai saat ini tidak ada yang mau mengungsi,’’ ujar dia ditemui kemarin (9/4). 

Alasannya, kata dia, karena warga merasa kondisi air sudah mulai surut. Sehingga mereka cukup menunggu di rumah dan membersihkan kotoran sisa banjir. ”Karena memang setelah banjir mencapai titik puncak, selang 10-15 menit air berangsur surut,’’ beber dia.

Pihaknya mengaku sudah standby sejak subuh, selain menyiapkan logistik dan perahu karet, Dinsos juga mendirikan dapur umum untuk konsumsi 504 warga Dusun Kebondalem yang terkena banjir. Ada sejumlah petugas dan relawan yang disiapkan di lokasi untuk memasak kebutuhan konsumsi. ”Memang ini sudah kita antisipasi, bantuan konsumsi sudah kita siapkan untuk mencukupi 504 jiwa guna kebutuhan sarapan, makan siang dan makam malam,’’ jelas dia. 

Selain bantuan makanan dan logistik untuk korban bencana, pemkab melalui Dinkes juga menyiapkan bantuan berupa obat-obatan. Saleh mengatakan, dari 504 jiwa terdampak banjir ada tiga yang sedang hamil. Namun warga tersebut enggan pindah mengungsi. ”Mereka tidak mau mengungsi, dan ingin tetap berada di rumah hingga air surut,’’ tandasnya.

Sebagai antisipasi, pihaknya akan tetap berjaga di posko hingga air benar-benar surut. ”Kita belum tahu sampai kapan akan standby di sini. Namun sebagai antisipasi kita akan berjaga hingga air surut,’’ pungkasnya. (*)

(jo/ang/nk/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia