Senin, 26 Aug 2019
radarjombang
icon featured
Hukum

Sidang Kasus KUR Fiktif Bank Jatim, Eksepsi Siswo Iryana Ditolak Hakim

09 April 2019, 11: 07: 12 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ilustrasi; KUR Bank Jatim

Ilustrasi; KUR Bank Jatim (Google Image)

Share this      

JOMBANG – Upaya Siswo Iryana, terdakwa kasus dugaan korupsi kredit usaha rakyat (KUR) fiktif Bank Jatim Cabang Jombang mengajukan eksepsi kandas. Itu setelah majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya menolak materi keberatan yang diajukan terdakwa.

”Sidang kemarin agedanya putusan sela. Majelis hakim menolak eksepsi terdakwa atas dakwaan penuntut umum,” terang Kasipidsus kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang Muhammad Salahuddin, kepada Jawa Pos Radar Jombang (5/4) kemarin.

Selain menolak materi keberatan terdakwa, majelis hakim lanjut Salahuddin, juga memerintah JPU untuk melanjutkan pemeriksaan pokok perkara, melanjutkannya ke pemeriksaan saksi-saksi. ”Memerintahkan, diperiksa pokok perkara, artinya dilanjutkan pemeriksaan saksi-saksi,” bebernya.

Karena saat itu saksi-saksi lanjutnya belum siap, maka sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. ”Rencana tahap pertama, kita hadirkan saksi-saksi dari Bank Jatim,” singkat Yoga.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengusutan kasus korupsi kredit usaha rakyat (KUR) Bank Jatim Cabang Jombang jilid II oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur memasuki babak baru. Penyidik Kejati  menetapkan Siswo Iryana, mantan anggota DPRD Jombang sebagai tersangka. Namanya masuk daftar debitur ultimate.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jombang telah melakukan eksekusi terhadap 12 terpidana kasus  kredit fiktif Bank Jatim Cabang Jombang.

Gelombang pertama, jaksa melakukan eksekusi terhadap tiga terpidana masing-masing, Bambang Waluyo, pimpinan Bank Jatim Cabang Jombang, Heru Cahyo Setiyono dan Dedi Nugrahadi keduanya sebagai penyelia kredit. ”Ketiganya sudah menjalani hukuman, untuk terdakwa BW diputus 12 tahun, sementara dua penyelia diputus 4 tahun,” bebernya.

Tahap selanjutnya, giliran tujuh terpidana lainnya, masing-masing Fitriya Mayasari, Wiwik Sukesi, Wahyuni, Hapsari, Fitri Juni Astuti, Ginanjar Triono dan Hafied Wijayana, sementara dua terpidana lainnya akan menyusul. Kesemuanya tercatat sebagai pegawai Bank Jatim Cabang Jombang di bagian analis. Setelah melalui sidang kasasi, MA akhirnya menjatuhkan vonis hukuman 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Tak ingin penanganan kasus berhenti, publik terus mendorong pengusutan kasus yang merugikan negara hingga Rp 19 miliar tersebut.

”Terus terang kami prihatin dengan nasib para terpidana (sembilan pegawai Bank Jatim Cabang Jombang, Red), sebab menurut kami mereka sebenarnya adalah korban. Harusnya yang dipenjarakan adalah para broker-nya yang sampai sekarang masih ada yang menghirup udara bebas,” beber Joko Fatah Rochim, kepada Jawa Pos Radar Jombang. (*)

(jo/naz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia