Selasa, 19 Nov 2019
radarjombang
icon featured
Politik & Pemerintahan

Masih Pro-Kontra, Pembahasan Hari Jadi Kabupaten Jombang Ditangguhkan

09 April 2019, 10: 55: 40 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Ringin Contong yang terletak di bundaran Jl KH Wahid Hasyim - Jl Presiden KH Abdurrahman Wahid - Jl A Yani ini  menjadi landmark Kabupaten Jombang.

Ringin Contong yang terletak di bundaran Jl KH Wahid Hasyim - Jl Presiden KH Abdurrahman Wahid - Jl A Yani ini menjadi landmark Kabupaten Jombang. (Anggi Fridianto/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Penentuan hari Jadi Kabupaten Jombang  bakal terkatung-katung lebih lama. Sebab baik pemkab maupun DPRD, belum punya niatan serius untuk membahas penentuan hari jadi. Padahal, pemkab sudah memiliki bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menentukan hari jadi. 

Kepala Bappeda Eksan Gunajati menjelaskan, untuk menentukan hari jadi Kabupaten Jombang sebenarnya tinggal butuh satu langkah lagi. Yakni digelarnya paripurna di DPRD dengan beberapa pihak terkait. Sebab, pemkab sudah memiliki bahan untuk memutuskan kapan hari Jadi Jombang. ”Kalau ada tindaklanjut kita sudah siap. Karena kita sudah memiliki bahan,’’ ujar dia kemarin (7/4). 

Dijelaskan, bahan yang dimaksud misalnya dokumen dam bukti lahirnya Kabupaten Jombang yang sempat dilakukan penelitian oleh Arkenas beberapa tahun silam. Dari penelitian Arkenas itu diketahui ada sejumlah rujukan mengenai hari jadi Jombang yang bisa ditentukan berdasarkan prasasti tua yang ada di Jombang misalnya empu Sendok maupun meruntut bukti sejarah dari era Airlangga. ”Sebenarnya, ada beberapa bahan, tidak hanya itu. Termasuk salah satunya beselit bupati pertama juga ada. Tinggal kalau dewan menghendakai ya kita siapkan,’’ jelas dia. 

Selain beberapa bahan itu, dalam SK Gubernur juga sudah dijelaskan untuk menentukan hari jadi Jombang, pemkab bisa menggunakan SK Gubernur bersamaan dengan kabupaten/kota lain. ”Itu juga bisa kita gunakan. Tapi ya harus siap pro kontranya,’’ tandas Eksan. 

Kesimpulannya, pemkab sudah memiliki bahan bahan yang dibutuhkan. Hanya tinggal menentukan hari jadi. ”Sebenarnya pada zaman pak Nyono (mantan Bupati Nyono Suharli) sudah sempat akan dibahas. Namun ditangguhkan karena masih ada pro-kontra saat itu,’’ ungkapnya. 

Dalam waktu dekat, kata Eksan, masih belum ada rencana pembahasan hari jadi. Dimulai atau tidaknya pembahasan hari Jadi tergantung dari keputusan eksekutif - legislatif. ”Kalau dalam waktu dekat tidak ada, cuma waktu itu beliau (bupati) sempat berfikir jika Jombang baiknya harus punya hari jadi, namun harus siap pro-kontranya,’’ pungkasnya.

Sebelumnya di era Bupati Affandi, masalah pro-kontra hari jadi Kabupaten Jombang tak sampai muncul di permukaan. Karena Bupati Affandi saat itu menyebut, hari jadi Kabupaten Jombang, bersamaan dengan kemerdekaan Bangsa Indonesia, 17 Agustus 1945. (*)

(jo/ang/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia