Jumat, 18 Oct 2019
radarjombang
icon featured
Peristiwa

Berkali-kali Diperbaiki, Talud Dam Mojokrapak Jebol Lagi

09 April 2019, 10: 53: 26 WIB | editor : Mardiansyah Triraharjo

Kondisi talud dam Mojokrapak yang kembali ambrol meski sebelumnya sudah diperbaiki.

Kondisi talud dam Mojokrapak yang kembali ambrol meski sebelumnya sudah diperbaiki. (Achmad RW/Jawa Pos Radar Jombang)

Share this      

JOMBANG – Bangunan talud atau plengsengan di bawah dam Mojokrapak, saluran sekunder Gude Ploso, kembali rusak. Bangunan ini sudah sempat mendapat perbaikan setahun lalu.

Plengsengan selebar lima meter ini terlihat dalam kondisi rusak berat siang kemarin, bagian tengahnya muncul retakan selebar tiga meter. Nampak dua retakan terlihat pada bangunan ini, retakan atas berbentuk garis lebih kecil, sementara retakan bagian bawah berbentuk lebih besar. Bahkan pondasi talud ini juga terlihat mulai longsor.

Menurut warga, kerusakan ini mulai muncul dalam beberapa hari belakangan, setelah saluran ini dipenuhi air. ’’Ya beberapa hari lalu kan sempat penuh ini, setelah itu ternyata muncul retakan itu,’’ terang Lutfi, salah satu warga.

Ia menduga, kerusakan ini akibat kondisi bangunan yang rapuh meski statusnya baru. Tak kuat menahan derasnya air dari dam yang turun. ’’Baru setahunan kok ini dibangun ulang, sudah beberapa kali juga rontok plengsengannya. Ya semoga saja segera dibenahi lagi,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Kabid SDA Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi mengakui adanya kerusakan itu. ’’Ya, saya sendiri sudah tahu, waktu pengecekan rutin kemarin ternyata ada kerusakan lagi di plengsengan,” terangnya.

Kerusakan itu, menurutnya dipicu dari saluran intake yang lokasinya berada di atas bangunan plengsengan. Saluran intake yang terbuka tanpa plengsengan membuat air merembes ke bagian dalam talud hingga merusak sisi luarnya.

“Penyebabnya intake yang dari sawah arah barat itu, airnya merembes jadinya ya pasti merusak plengsengannya,” lanjutnya.

Karena itu, pihaknya  akan segera melakukan perbaikan pada kerusakan itu. Selain melakukan merubah desain pada talud, nantinya akan ada penutupan juga pada saluran intake yang jadi penyebab kerusakan.

’’Kami  ada anggaran insidentil, mungkin nanti akan nunggu surut dulu, akan ditangani. Kita cor sekalian nanti, jadi tidak lagi pasangan batu, tapi langsung beton. Selain itu intake-nya juga harus ditutup, biar tidak mudah rusak lagi,” pungkasnya. (*)

(jo/riz/mar/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia